Bisnis Arang Batok Kelapa Tembus Pasar Ekspor

Taufik Fajar, Jurnalis · Selasa 06 April 2021 13:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 06 455 2390189 bisnis-arang-batok-kelapa-tembus-pasar-ekspor-56ZUbnmRD3.jpg Pelabuhan (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah mendorong produk UMKM Indonesia agar tembus pasar ekspor. Pelaku UMKM asal Kendal Istikanah berbagi cerita produk arang dari batok kelapa produksinya menembus pasar ekspor.

Baca Juga: Cuan Bisnis Gorengan saat Ramadan, Siapkan Modal Segini

Saat sempat berbincang dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam sebuah pameran kerja sama Kemenkeu dan Pemerintah Kabupaten Kendal, Istikanah yang sudah berbisnis briket arang batok sejak 9 tahun lalu itu menyampaikan terima kasihnya pada pemerintah.

Istikanah mendapat pendampingan, pelatihan, dan akses pembiayaan ekspor dari LPEI sebagai Special Mission Vehicle Kementerian Keuangan RI. Kini, Istikanah kini berhasil melakukan ekspor ke berbagai negara, termasuk ke Timur Tengah.

Baca Juga: Dari Hobi hingga Bisnis, Ini Daftar Tokoh Geluti Urban Farming

“Kami punya produk briket arang kelapa dengan kualitas terbaik di dunia, hal ini berkat dukungan program LPEI, yang sangat membantu saya dalam mengembangkan usaha,” ujar Istikanah, yang juga Direktur CV Indoarab Interprise, Selasa (6/4/2021).

Dia menuturkan, sebelum mendapat pendampingan dari pemerintah, dia cukup kesulitan untuk melakukan ekspor. Kemudian ketika CV Indoarab Interprise mengikuti program Coaching Program for New Exporter (CPNE) dari LPEI pada tahun 2020, Istikanah mengakui adanya peningkatan kinerja ekspornya. Selain itu, CV Indoarab Interprise juga mendapatkan Fasilitas Pembiayaan Penugasan Khusus Ekspor (PKE) senilai Rp1,5 Miliar yang mampu mendorong kenaikan ekspor hingga 7 ton per bulan.

Sampai saat ini, CV Indoarab Interprise telah mengekspor produknya hingga ke 10 negara tujuan ekspor. Seiring dengan semakin banyaknya permintaan dari pasar luar negeri, karyawan CV Indoarab Interprise ini terus bertambah. Saat ini tercatat 130 orang tenaga kerja yang sebagian besar ibu-ibu di sekitar desa. Mereka ikut terlibat, diantaranya membantu proses pengemasan produk.

“Daripada nganggur, apalagi sekarang kan pandemi, ibu-ibu di sekitar saya kasih kerjaan untuk packing. Alhamdulilah. Program PKE LPEI ini sangat membantu saya. Berkat LPEI kini saya mau buka cabang pembakaran batok sendiri di NTT,” ujar Istikanah.

Karena mendapat manfaat besar dari program PKEI LPEI, ia mengajak UMKM di berbagai daerah untuk turut serta memanfaatkan program tersebut karena terbukti perusahaan yang dikelolanya mampu terus tumbuh, bisnis semakin berkembang, juga mampu menambah lapangan pekerjaan.

Pada saat yang bersamaan Istikanah membagikan tips bagi para UKM, “Perlu dijaga kualitas dan keunikan dari produk serta terus melihat perkembangan pasar. Selain itu, harus memiliki legalitas agar dapat mengakses pembiayaan. Tak kalah penting, untuk selalu konsisten dalam menjalankan bisnis, menjaga komitmen dengan pembeli.”

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini