Karier Vs Menikah, Milenial Pilih Mana?

Fariza Rizky Ananda, Jurnalis · Rabu 07 April 2021 06:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 06 622 2390047 karier-vs-menikah-milenial-pilih-mana-bvvwvD3ODJ.png Tips Memilih Karier atau Menikah Dulu. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA – Hidup selalu dihadapkan dua pilihan terbaik, seperti memilih antara karier terlebih dahulu atau menikah. Bagi kaum milenial tentu pilihan tersebut menjadi salah satu pertimbangan besar karena masing-masing memiliki alasan kuat yang menyertainya.

Dilansir dari laman Instagram Kementerian Ketenagakerjaan @kemnaker, Rabu (7/4/2021), berikut pertimbangan antara memilih membangun karier terlebih dahulu setelah lulus, atau memilih untuk menikah terlebih dahulu.

1. Mengembangkan karier terlebih dahulu

Biasanya, orang yang memilih ini ingin memperjuangkan mimpi untuk mencapai karier tinggi yang telah dibangun sejak lama. Banyak orang yang telah membangun rencana karier bahkan sebelum dia lulus, seperti target perusahaan impian, penghasilan yang ingin didapat, atau jabatan dan prestise ketika bekerja.

Baca Juga: 8 Trik Membuat Hari Senin Jadi Lebih Menyenangkan

Selain itu, ketika memutuskan untuk membangun karier biasanya didapat dari dorongan lingkungan sekitar, seperti keluarga atau teman-teman untuk lebih memprioritaskan karier. Dorongan ini bisa menjadi motivasi terkuat seseorang untuk mengembangkan karier, terutama untuk mencapai ekspektasi orang-orang terdekat.

Terakhir, orang yang ingin mengembangkan karier setinggi-tingginya memiliki keinginan untuk membuat orang tua mereka bangga terhadap pencapaian atau penghasilan yang mereka raih. Terlebih, orang tua semakin hari semakin tua, alhasil motivasi ini ingin diraih sesegera mungkin dan akhirnya mereka menomorduakan keinginan menikah.

Baca Juga: 5 Kebiasaan Orang Sukses saat Memulai Kerja

2. Menikah sebelum mengembangkan karier

Seseorang yang ingin menikah terlebih dahulu sebelum berkarier biasanya memiliki prinsip tidak ingin hanya memikirkan harta, karena hal tersebut bisa dicari kapan saja. Beda halnya dengan pasangan seumur hidup yang tidak bisa dilewatkan momentumnya.

Selain itu, jika seseorang sudah siap lahir dan batin, biasanya didorong kerabatnya untuk tidak menunda-nunda untuk bisa segera menikah. Banyak orang yang memang sudah memiliki modal besar untuk membina keluarga baru dan disertai dengan mental yang sudah siap untuk menikah setelah atau bahkan ketika masih di bangku pendidikan.

Terakhir, motivasi untuk menikah sangat dipengaruhi oleh kepercayaan bahwa menikah merupakan salah satu ibadah. Seseorang ingin melengkapi ibadah mereka dengan menikah, dan hal tersebut bisa membuat orang menentukan menikah sebagai pilihan prioritas sebelum mengembangkan karier.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini