Dirut BEI Buka-bukaan soal Kondisi Pasar Modal Indonesia

Michelle Natalia, Jurnalis · Rabu 07 April 2021 14:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 07 278 2390837 dirut-bei-buka-bukaan-soal-kondisi-pasar-modal-indonesia-lIxNqMM20T.png Dirut BEI saat Webinar Indonesia Bangkit (Foto: Tangkapan Layar)

JAKARTA - Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi bahwa pasar modal Indonesia ditutup dengan optimisme di akhir 2020. Optimisme ini didorong oleh sinyal pemulihan ekonomi, hasil pemilu AS, dan adanya vaksin Covid-19.

Optimisme ini juga bertambah, sejak November tahun lalu, nilai transaksi efek terus berada di kisaran Rp10-15 triliun per hari. Ini mencetak rekor transaksi harian tertinggi di BEI. Dari perspektif jangka panjang pun, pasar modal Indonesia masih menunjukkan tren positif.

"Posisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 1 April lalu berada di 6.011,46, sempat tertekan tapi masih berada di zona hijau," ucap Inarno dalam Webinar Investment & Technology Savvy Indonesia Bangkit 2021 dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun ke-14 Okezone.com di Jakarta, Rabu (7/4/2021).

Baca Juga: Penerbitan Obligasi dan Sukuk Gacor pada Kuartal I-2021 

Kendati demikian, dia mengingatkan bahwa semua harus cautiously optimistic terhadap semua perkembangan yang terjadi. Ada beberapa hal yang menurut Inarno mempengaruhi lonjakan transaksi ini, dan juga beberapa langkah yang tetap perlu dilakukan untuk mengelola ekspektasi perkembangan pasar di tahun ini.

"Karena IHSG masih menunjukkan tren positif dalam 10 tahun terakhir, meski sempat turun di tahun 2020 saat pandemi Covid-19 masuk, IHSG perlahan membaik di tahun 2021 ini, telah kembali di posisi awal seperti sebelum pandemi," tambahnya.

Hal ini menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia masih menjadi alternatif sumber pendanaan dan wadah investasi bagi masyarakat Indonesia.

"Secara year to date, mayoritas bursa global berada di tren positif di tahun 2021 ini pasca tekanan hebat pandemi di 2020. Tentunya setelah aksi profit taking yang kita lihat di akhir Januari dan penurunan beberapa hari terakhir, IHSG masih tetap berada di zona hijau 0,54%," jelas Inarno.

Jika dibandingkan dengan bursa global lainnya, masih terdapat beberapa bursa asing lainnya yang tertekan dan berada di zona merah. "Seperti kita lihat bursa Malaysia, Turki, dan Filipina yang berada di zona merah," pungkas Inarno.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini