2021 Ekonomi Indonesia Bakal Tumbuh Positif, Ini Penopangnya

Antara, Jurnalis · Kamis 08 April 2021 13:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 08 320 2391369 2021-ekonomi-indonesia-bakal-tumbuh-positif-ini-penopangnya-1BC1k5FtVY.jpg Ekonomi RI (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Kadin Indonesia memperkirakan perekonomian nasional pada tahun 2021 tumbuh positif menyusul peningkatan sejumlah indikator ekonomi seperti indeks manufaktur, indeks penjualan ritel, konsumsi semen, konsumsi listrik, serta impor bahan baku dan barang modal.

“Perbaikan indikator ekonomi menumbuhkan optimisme bahwa pemulihan ekonomi nasional sedang berlangsung. Kebijakan yang digulirkan pemerintah sudah tepat dan pengusaha juga konsisten mendukung pemerintah untuk memulihkan ekonomi,” kata Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pengembangan Pengusaha Nasional, Arsjad Rasjid di Jakarta, Kamis (8/4/2021).

Arsjad Rasjid juga merupakan salah satu calon Ketua Umum Kadin Indonesia periode 2021-2026. Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa kembali ke kisaran 4,3%-5,5% pada 2021, melonjak jauh di atas realisasi pertumbuhan ekonomi 2020 yang terkontraksi 2%.

Menurut dia, selain indikator ekonomi, penambahan kasus positif harian COVID-19 yang terus menurun dan vaksinasi COVID-19 semakin masif di berbagai daerah juga menjadi faktor bahwa dunia usaha akan semakin membaik.

Baca Juga: Ekonomi RI KuartaI II-2021 Diramal Tumbuh hingga 8% 

Sejumlah kebijakan pemerintah seperti insentif relaksasi PPnBM untuk Kendaraan Bermotor (KB), serta PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk Rumah Tapak dan Rumah Susun di sektor properti mendorong gerak perekonomian.

Industri otomotif adalah sektor padat karya yang mempekerjakan langsung sebanyak 1,5 juta pekerja dan 4,5 tenaga kerja tidak langsung. Selain itu, industri pendukung otomotif berkontribusi Rp700 triliun terhadap produk domestik bruto (PDB) pada tahun 2019.

"Kolaborasi sinergi antara pemerintah dan dunia usaha terus terjalin baik. Saat ini, di Indonesia terdapat sekitar 7.451 pabrik yang menghasilkan produk input untuk industri otomotif. Kita harus mempertahankan basis industri otomotif nasional untuk memajukan ekonomi nasional,” katanya.

Pemerintah secara konsisten mengimplementasi kebijakan ekonomi untuk memperkuat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang tersebar di berbagai daerah. Alokasi anggaran Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pada tahun 2021 sebesar Rp699,43 triliun, di mana sebanyak Rp184,83 triliun dianggarkan untuk UMKM.

Untuk mendukung kebangkitan UMKM dan pembiayaan korporasi pemerintah mengeluarkan kebijakan melalui enam stimulus, yaitu subsidi bunga UMKM, bantuan produktif usaha mikro, subsidi Imbal Jasa Penjaminan (IJP), penempatan dana pada bank umum, insentif pajak, dan restrukturisasi kredit.

“Kadin mengapresiasi kebijakan pemerintah yang fokus pada pemulihan UMKM yang berperan strategis bagi perekonomian nasional. UMKM berkontribusi 61,1% terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan menyerap 97% dari total angkatan kerja atau 116,9 juta orang,” kata Arsjad.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini