Indonesia Masuki Tren Perdagangan Supercycle

Ferdi Rantung, Jurnalis · Kamis 08 April 2021 21:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 08 320 2391651 indonesia-masuki-tren-perdagangan-supercycle-O86W4lj2Ar.jpg Tren Perdagangan Supercycle. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengungkapkan bahwa Indonesia dan dunia akan memasuki tren perdagangan baru. Pertama, Indonesia akan masuk dalam supercycel. Dalam tren ini harga komoditas dasar akan naik jauh lebih tinggi.

"Bisa dibayangkan pada April 2020 harga minyak hanya USD13 per barel kemudian naik menjadi USD55 per barel. Angka itu naik 7 kali lipat diakhir tahun 2020," ujarnya dalam sambutannya di Pelepasan Ekspor barang dari HIPMI secara virtual, Kamis (8/4/2021)

Dia melanjutkan, hal itu diikuti oleh beberapa komoditas seperti batu bara yang naiknya tinggi sekali sebesar USD95 pada awal tahun 2021.

Baca Juga: Mi Instan Indonesia Katanya dari Senegal, Mendag: Saya Mau Ketawa

"Diikuti juga nikel yang kenaikannya hampir 3 kali lipat," jelasnya.

Dia mengatakan, keadaan supercycel ini seperti menjadi angin dibelakang yang menyebabkan pertumbuhan ekspor untuk Indonesia akan tinggi. Namun disaat yang bersamaan ini jadi persoalan karena banyak juga barang Indonesia yang bahan baku penolongnya di impor dari negara lain.

"Dan ini menyebabkan pertumbuhan dari perdagangan akan besar dimasa yang akan datang," katanya.

Selain itu, Lutfi juga membahas, perdagangan yang akan terjadi di Indonesia. Pertama tren investasi. Dalam hal ini orang datang berinvestasi di Indonesia, Sebab market di tanah air begitu besar dengan 270 juta orang.

Baca Juga: Bertemu Wamenhan, Wamendag: Paradigma Pertahanan Sekarang Bukan Hanya Perang

"Itu membuat investasi datang agar menciptakan nilai tambah," ujarnya.

Contohnya, imbuh Lutfi, industri otomotif yang datang berinvestasi pada tahun 2010. Hal itu saat ini membuat sektor otomotif sebagai primadona ekspor non migas kita

"Tahun 2020 ekspor otomotif mencapai USD 6,6 miliar ini primadona Indonesia karena tidak lagi menjual barang mentah tetapi menjual barang industri berteknologi tinggi," ungkapnya.

Tak hanya itu, ada juga nikel. Pada 2020 lalu Indonesia menjadi negara terbesar ke dua dunia stainless steel setelah China.

Ini pencapaian yang luar biasa karena dalam waktu singkat Indonesia berhasil menjadi negara terbesar penghasil stainless steel.Sebab, Indonesia memiliki nikel yang luar biasa banyaknya.

"Ini adalah bagian hilirisasi dari komoditas dasar kita. Ekspor stainless steel pada tahun lalu berhasil memangkas separuh dari defisit neraca perdagangan kita dengan China. Ini lah tren - tren yang akan terjadi pada perdagangan kita nanti," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini