3 Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga

Fariza Rizky Ananda, Jurnalis · Kamis 08 April 2021 13:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 08 622 2391374 3-cara-mengatur-keuangan-rumah-tangga-fltC3IZUAZ.jpg Perencanaan Keuangan (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Cara mengatur keuangan rumah tangga setelah menikah membutuhkan treatment khusus. Sebab, dalam mengatur keuangan rumah tangga melibatkan dua orang, yakni suami istri.

Setelah hidup sendirian dan mengandalkan diri sendiri, dengan menikah berarti seseorang memiliki penyesuaian kebiasaan baru, terutama dalam hal mengelola keuangan.

Cara mengatur keuangan rumah tangga tentu akan berbeda saat sendiri. Dengan memiliki pasangan, berarti mereka memiliki tanggung jawab baru dan saling mengandalkan satu sama lain. Seperti rencana memiliki anak atau menyiapkan tabungan dan investasi bersama untuk masa pensiun.

Baca Juga: 7 Kunci Sukses Mengelola Keuangan, Nomor 6 Harus Cepat Dilunasi 

Pasangan bisa menentukan untuk pisah harta atau menggabungkan harta bersama tergantung perjanjian pra nikah yang telah dilakukan. Perencana keuangan Agustina Fitria mengatakan, idealnya pasangan memiliki harta bersama.

Jika tidak ada perjanjian pisah harta, pasangan berarti mengelola hartanya bersama-sama dan hal tersebut membutuhkan strategi tertentu. Berikut ulasan lebih lanjut bagaimana cara mengatur keuangan rumah tangga, Kamis (8/4/2021)

1. Harus Punya Tujuan Bersama

 

Perencana keuangan Eko Endarto menjelaskan, langkah pertama yang harus dilakukan pasangan untuk mengelola keuangan adalah menentukan tujuan bersama sebagai suatu kesatuan.

“Soal uangnya mau disatukan di siapa, atau dipisah, itu tidak masalah. Tapi yang terpenting adalah mereka puya tujuan yang sama, apa yang mau dikejar harus sama. Sehingga nanti bisa saling mengingatkan, bisa saling evaluasi, dan saling membantu untuk tujuan tadi, kalau tidak ada tujuan bersama pasti kacau balau, pasti akan saling egois,” jelas Eko kepada Okezone, Kamis (8/4/2021).

2. Tentukan Tugas dan Tanggung Jawab

Setelah menentukan tujuan bersama, pasangan bisa melakukan langkah selanjutnya yaitu membagi-bagi tugas atau tanggung jawab keuangan berdasarkan pertimbangan tertentu. Misalnya alokasi untuk kebutuhan harian, untuk investasi, atau dana pendidikan.

“Suami istri diskusi dulu, intinya saling terbuka, harus tau penghasilan masing-masing berapa, mau punya anak berapa, semua itu berpengaruh untuk mempersiapkan dana pendidikan. Terus tentuin siapa yang mau mengatur uang kebutuhan harian, atau siapa yang bertugas di bidang investasi, semua itu harus didiskusikan,” ujar Perencana Keuangan Agustina Fitria kepada Okezone.

3. Pahami Karakteristik Pasangan

Pasangan harus mengetahui karakteristik pasangannya masing-masing. Agustina menjelaskan, karakter pasangan akan menyesuaikan bagaimana pembagian tugas dan tanggung jawab dalam keuangan rumah tangga dengan baik.

“Harus tau karakteristik pasangan, misalnya istri tipenya boros atau hemat. Kalau ternyata tipenya boros, suaminya tidak akan percayakan semua uangnya, jadi dikasih buat kebutuhan harian saja sisanya diatur oleh suami. Atau bisa juga sebaliknya, kalau suami boros, suami harus percaya istri untuk mengelola keuangan,” ucap Agustina.

Agustina menambahkan, karena tipe orang berbeda-beda, pengalaman dan didikan mengenai uang juga berbeda, pasangan harus memahami satu sama lain. Hal tersebut berguna agar saling mengetahui kelemahan dan kekuatan masing-masing.

“Dari sana bisa ditentukan masalah pembagian tugas. Yang susah kan kalau suami istri jalan sendiri-sendiri, kalau ada yang kesusahan tapi satu pihaknya uangnya kelebihan, jadinya kan tidak kerjasama," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini