Alumni Kartu Prakerja Bisa Dapat KUR Super Mikro Rp10 Juta, Ini Bukan Bansos Ya!

Rina Anggraeni, Jurnalis · Jum'at 09 April 2021 08:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 09 320 2391772 alumni-kartu-prakerja-bisa-dapat-kur-super-mikro-rp10-juta-ini-bukan-bansos-ya-APIzDKG19s.png Kartu Prakerja (Foto: Antara)

JAKARTA - Kewirausahaan memiliki peranan penting dalam menciptakan lapangan pekerjaan. Di situasi pandemi Covid-19, pemerintah terus berusaha meningkatkan kualitas wirausaha Indonesia yang berdaya saing melalui program Kartu Prakerja.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan peningkatan kualitas sumber daya manusia ini merupakan upaya pemerintah dalam optimalisasi bonus demografi Indonesia yang akan mencapai puncaknya pada tahun 2030.

“Sebagai bagian dari upaya akselerasi pengembangan ekosistem kewirausahaan, Pemerintah mencanangkan target rasio kewirausahaan nasional dapat mencapai 3,9% dan pertumbuhan wirausaha baru 4% pada tahun 2024. Sebagai bentuk dukungan pemberdayaan kepada Wirausaha Alumni Kartu Prakerja yang berkelanjutan, pemerintah memberikan fasilitasi pembiayaan KUR Super Mikro bagi wirausaha alumni peserta Program Kartu Prakerja yang terkena PHK,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto di Jakarta, Jumat (9/4/2021).

Baca Juga: Banyak Alumni Kartu Prakerja Jualan Kopi 

Pemerintah menyiapkan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) super mikro yang bisa digunakan oleh para alumni kartu pra kerja untuk berwirausaha.

“Para lulusan dari kartu pra kerja bisa ditawarkan untuk kredit usaha rakyat super mikro yang besarnya di bawah Rp10 juta," katanya.

Melalui KUR, pemerintah berharap para alumni kartu pra kerja dapat mengembangkan usahanya dan dapat nantinya bisa mengakses program pembiayaan yang lebih besar seperti KUR mikro, KUR kecil, hingga KUR TKI.

“KUR adalah pinjaman bukan bansos, jadi mesti dibayar yang sekarang bunganya disubsidi 3% dan kami berharap bahwa dengan semakin banyaknya modal kerja, para alumni akan menjadi pengusaha tangguh,” ujarnya.

Airlangga mengatakan, berdasarkan data statistik Manajemen Kartu Prakerja, ada sekitar 35% penerima Kartu Prakerja yang awalnya sedang tidak bekerja lalu menjadi bekerja.

Dari angka itu, sekitar 17% di antaranya menjadi wirausaha. Oleh karena itu, insentif KUR yang berikan oleh pemerintah diharapkan mampu mendorong para pengusaha mengembangkan kegiatan usahanya dan nantinya akan membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.

“Melalui kegiatan sosialisasi ini, kami harap para alumni Program Kartu Prakerja dapat memperoleh informasi yang bernilai dan bermanfaat untuk membantu pengembangan kegiatan usahanya melalui dukungan program KUR. Selanjutnya, mendorong para alumni Kartu Prakerja untuk menjadi wirausaha yang sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat,” ujar Airlangga.

Dalam acara sosialisasi tersebut, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Rudy Salahuddin, menegaskan kepada para Alumni Program Kartu Prakerja bahwa KUR merupakan produk pembiayaan/kredit, bukan program bantuan sosial.

“Meskipun Alumni Program Prakerja telah memperoleh pelatihan, tidak secara otomatis pasti mendapatkan fasilitasi KUR. Tetap melalui prosedur dan prinsip-prinsip yang harus dipenuhi perbankan dalam penyaluran kredit,” ujar Rudy.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini