Erick Thohir Ingin Nilai Pasar Pertamina Tembus Rp1.458 Triliun

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Jum'at 09 April 2021 11:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 09 320 2391854 erick-thohir-ingin-nilai-pasar-pertamina-tembus-rp1-458-triliun-bT8bHbNRI2.jpg Pertamina (Foto: Okezone)

JAKARTA - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meyakini PT Pertamina (Persero) dapat menjadi global energy champion pada 2024 mendatang. Dengan begitu, nilai pasar perseroan dalam tiga tahun ke depan mencapai 100 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp1,458 triliun (Kurs Rp14,584 per dolar AS).

“Semoga Pertamina dapat mewujudkan aspirasi sebagai global energy champion pada tahun 2024 dengan market value sebesar 100 billion dolar,” ujar Erick dikutip Jumat (9/4/2021).

Baca juga: Pertamina: Warga di Pengungsian Terapkan Protokol Kesehatan

Upaya Pertamina untuk menjadi global energy champion, kata Erick, perlu dikuatkan dengan inovasi model bisnis, kepemimpinan teknologi, peningkatan investasi, serta pengembangan talenta atau SDM.

Di sisi lain, penguatan inovator dalam negeri dari berbagai sektor seperti pangan, energi, dan kesehatan dalam manajemen modal bisnis dan digital-preneur perlu dilakukan. Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Baca juga: Kilang Balongan Terbakar, Padahal Ditargetkan Jadi yang Terbaik di Asia

Karena itu, karya inovatif Pertamina sangat diperlukan untuk membangun kemandirian dan keunggulan bangsa tanpa harus tergantung dengan produk buatan bangsa lain. Dia berharap, karya para inovator tersebut tidak berhenti sebatas prototipe, namun dapat berlanjut ke arah investasi komersial agar dapat memenangkan persaingan global.

“Saya mengajak para inovator memberikan sumbangsih bagi kemajuan bangsa dan negara yang kita cintai ini. Berkontribusi bagi kemanusiaan dan kehidupan yang lebih baik. Kita harus bangga dengan produk Indonesia yang merupakan hasil inovasi anak bangsa,” katanya.

Saat ini Pertamina telah melakukan sejumlah langkah untuk mencapai target tersebut dengan melanjutkan agenda utama transisi energi agar bisa menjadi perusahaan energi global terdepan dengan market value USD100 miliar pada 2024, antara dengan transformasi melalui restrukturisasi holding dan subholding berjalan sejak pertengahan Juli 2020.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini