50 Tahun Kerjasama, Menko Luhut Ajak Korea Investasi di RI

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 09 April 2021 11:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 09 320 2391875 50-tahun-kerjasama-menko-luhut-ajak-korea-investasi-di-ri-1X9gNQUIYz.jpg Luhut Bisar Pandjaitan (Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan bersama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadia bertemu dengan Duta Besar Republik Korea Park Tae Sung dan Ketua Korean Chamber of Commerce di Indonesia C.K Song.

Namun, apa saja yang dibahas saat Indonesia-Korea Investment Roundtable Dialogue 2021 tersebut?

 Baca juga: Soal Investasi Tesla, Begini Cara Yakinkan Investor agar Tak 'Kabur'

"Kami secara khusus menyiapkan agenda ini, dan mengundang berbagai perusahaan Korea yang telah berinvestasi di Indonesia, untuk menunjukkan komitmen Indonesia memperkuat hubungan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Korea," ujar Menko Luhut dalam keterangan tertulisnya, Jumat (9/4/2021).

Selama kurang lebih 50 tahun, Indonesia dan Korea telah bekerja mempererat hubungan kerja sama diantara kedua negara. Agenda dialog ini merupakan wujud komitmen kuat pemerintah Indonesia untuk menjadikan Indonesia sebagai tujuan investasi bagi investor asing dan domestik, termasuk bisnis dari Republik Korea, sebagai salah satu investor terpenting di Indonesia selama beberapa dekade terakhir.

 Baca juga: Jelang Ramadhan, Menko Airlangga Bakal Genjot Investasi

Presiden Joko Widodo juga memiliki ketertarikan yang tinggi terhadap hubungan kerja sama Indonesia-Korea, sehingga pada tahun lalu terbentuk Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK – CEPA).

"Saya percaya bahwa bentuk kerja sama ini dapat meningkatkan hubungan perdagangan serta investasi diantara kedua negara," ungkap dia.

Berdasarkan data investasi pada tahun 2020, Korea menempati posisi ke 5 dari 126 negara yang memberikan investasi besar di Indonesia. Terdapat 5.467 proyek investasi dibawah perusahaan Korea dengan nilai investasi sebesar USD1,8 Miliar. Kerja sama ini dapat dikembangkan ke berbagai sektor lainnya, seperti investasi di lembaga baru Indonesia Investment Authority (INA) dan juga mengembangkan industri downstream metal serta energi terbarukan,

Pemerintah Indonesia saat ini telah bekerja keras untuk meningkatkan iklim investasi yang ada. Untuk mendukung hal ini, telah diterbitkan Omnibus Law sebagai undang-undang yang dapat mendukung investasi, menaikkan nilai Indonesia di mata global, serta meningkatkan usaha kecil dan menengah masyarakat Indonesia.

Selain penerapan Omnibus Law, dalam menghadapi pandemi Covid-19, Pemerintah Indonesia tengah berupaya keras meningkatkan program vaksinasi untuk menghentikan penularan di masyarakat.

"Pemerintah percaya bahwa dengan implementasi Omnibus Law dan vaksinasi masal yang tengah dilaksanakan saat ini dapat mempercepat pemulihan ekonomi di Indonesia setelah terdampak Covid-19. Pertumbuhan PDB Indonesia meningkat dari -3.49% pada triwulan ketiga menjadi -2.19% pada triwulan keempat. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan yang dibuat pemerintah berjalan sesuai," ungkap dia.

Di dalam agenda ini terjadi dialog interaktif antara Indonesia dan Korea terkait kandungan dalam industri farmasi, investasi dalam industri baja dan kendaraan listrik/baterai, perpajakan di Indonesia, dan layanaan keuangan kepada pelanggan di Indonesia.

"Sekali lagi disampaikan, bahwa Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan hubungan bilateral antara Indonesia dan Korea, dan saya percaya bahwa kedua negara dapat terus bekerja sama dan berkolaborasi untuk masa depan yang lebih baik," tandas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini