Konsep Rumah Terbuka Tak Selalu Menguntungkan, Ini Sisi Negatifnya

Fariza Rizky Ananda, Jurnalis · Minggu 11 April 2021 21:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 09 470 2391998 konsep-rumah-terbuka-tak-selalu-menguntungkan-ini-sisi-negatifnya-WQT8kTuN3N.jpg Tips Properti. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA – Orang zaman dahulu kerap menggunakan denah rumah tertutup dan ruangan bersekat-sekat satu sama lain. Namun hal tersebut berubah sejak memasuki tahun 90-an, bangunan rumah dan desain interior bergeser ke denah rumah terbuka di mana-mana.

Sudah jarang ada dinding sekat antar ruangan di rumah modern saat ini. Hal tersebut bisa membuat rumah terasa lebih luas dengan memanfaatkan lahan yang kecil.

Selain itu, denah rumah terbuka biasanya memiliki ruangan besar yang terdiri dari ruang tengah/keluarga, dapur, ruang makan, atau bahkan ruang tamu. Beberapa aktivitas bisa dilakukan dalam satu ruangan pada saat yang bersamaan.

Baca Juga: Pindahan Rumah, Berikut Barang yang Tak Perlu Dibawa

Itu bisa menguntungkan, misal bagi orang tua untuk mengasuh anaknya sambil melakukan aktivitas rumahan lain.

Hanya saja, ada beberapa sisi negatif dari denah rumah terbuka tersebut dan terkadang tidak cocok bagi beberapa keluarga. Berikut ulasannya, dilansir dari The Spruce, Minggu (11/4/2021).

1. Kebisingan meningkat

Bagi keluarga yang memiliki banyak anak kecil, beraktivitas di denah rumah terbuka bisa sangat mengganggu keluarga lain. Anak-anak berlari ke sana sini, berteriak, bermain scooter, kebisingan dari mereka bisa sangat memengaruhi anggota keluarga lain yang sedang beraktivitas.

Baca Juga: 7 Cara Dekorasi Ruangan Sesuai Selera

Belum lagi orang dewasa juga bisa menambah kebisingan rumah dengan caranya masing-masing. Berbeda jika rumah tertutup dan bersekat, kebisingan tersebut bisa teredam oleh dinding. Rumah terbuka tidak memiliki alat untuk meredam kebisingan tersebut.

2. Tidak bisa menyembunyikan kekacauan

Selain kebisingan yang tidak pernah surut, rumah denah terbuka juga memiliki tantangannya apalagi ketika ada tamu datang. Tuan rumah bisa saja mudah bercengkrama dengan tamu sambil memasak atau menyiapkan makanan, namun tamu juga bisa melihat kekacauan yang ada di dapur, seperti piring kotor, bahan masak berceceran, dan lain-lain.

3. Tantangan menata furnitur

Menata furnitur dengan cara yang layak huni dan praktis di ruang seperti itu juga bisa menantang. Terutama memikirkan bagaimana menyekat ruang super besar tersebut sambil memikirkan alokasi ruangan untuk masing-masing aktivitas rumahan.

Perlu strategi yang baik untuk membuat ruangan besar menjadi enak dipandang, dengan memilih furnitur yang tepat, sesuai, dan fungsional.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini