Ada Proyek Ibu Kota Baru, Investor Arab Saudi Bakal 'Serbu' RI

Minggu 11 April 2021 07:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 11 470 2392714 ada-proyek-ibu-kota-baru-investor-arab-saudi-bakal-serbu-ri-nysXZn7ZG8.jpeg Investasi di Ibu Kota Baru. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pengembangan Pengusaha Nasional Arsjad Rasjid mengingatkan potensi pasar negara-negara Timur Tengah dan Afrika menjanjikan dalam upaya menggairahkan kembali perdagangan luar negeri Indonesia di tengah pandemi COVID-19.

“Kerja sama perdagangan tidak harus selalu dengan Eropa. Timur Tengah dan Afrika juga punya peluang besar, terlebih Arab Saudi ingin mendatangkan investor banyak karena adanya proyek pemindahan ibu kota," ujar Arsjad Rasjid yang juga calon Ketua Umum Kadin Indonesia 2021-2026 seperti dilansir Antara, Jakarta, Minggu (11/4/2021).

Baca Juga: Bahas Desain Istana Negara Ibu Kota Baru, Kepala Bappenas Kumpulkan Arsitek

Arsjad yang juga Presiden Direktur PT Indika Energy Tbk menekankan investor menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan perekonomian Indonesia, di tengah masa pandemi COVID-19.

Selain itu, dengan adanya Undang Undang Cipta Kerja, Arsjad menilai akan memudahkan investor asing untuk masuk dan memperluas lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia.

Baca Juga: Presiden Minta Masukan Netizen soal Pradesain Istana Negara di Ibu Kota Baru

Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Esam Abid Althagafi menyampaikan telah melakukan koordinasi dengan Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Muhammad Lutfi untuk melakukan kunjungan para pengusaha Arab Saudi ke Indonesia.

Begitu pula dengan sebaliknya. Kini, Arab Saudi telah membuka peluang bagi pengusaha Indonesia untuk mendirikan usaha di Arab Saudi yang mendukung berjalannya ibadah haji dan umrah.

Selain itu, pemerintah Arab Saudi kini tengah membangun kota baru bernama “Neom”, yang ditujukan sebagai kota untuk menarik pariwisata. Nantinya, visa yang diterbitkan Arab Saudi tak lagi hanya untuk beribadah, tetapi untuk turis.

Pada tahun 2030, pemerintah Arab Saudi juga berencana akan menambah kuota jamaah haji dan umroh yang semula hanya 2 hingga 4 juta, menjadi 10 juta. Kuota ini akan diprioritaskan untuk jamaah dari Indonesia.

“Kerja sama antar kedua negara tentunya akan memiliki dampak yang signifikan, baik dalam sektor ekonomi dan pariwisata. Roda ekonomi diharapkan akan dapat kembali berputar kembali di tengah pandemi ini utamanya dengan adanya kedatangan dari berbagai investor,” ujar Esam Abid Althagafi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini