Shanghai Kota Termahal di Dunia, Kalahkan Hong Kong dan Monaco

Fariza Rizky Ananda, Jurnalis · Minggu 11 April 2021 19:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 11 470 2392729 shanghai-kota-termahal-di-dunia-kalahkan-hong-kong-dan-monaco-0SNpwpgeke.jpg Shanghai Jadi Kota Termahal Dunia. (Foto: Okezone.com/Forbes)

JAKARTA Shanghai didapuk menjadi kota termahal di dunia versi Julius Baer's Global Lifestyle. Shanghai mengalahkan Tokyo di posisi dua, lalu diikuti oleh Hong Kong, Monaco, dan Taipei.

Dilansir dari Forbes, Minggu (11/4/2021), Shanghai merupakan kota termahal di dunia karena saat ini semakin banyak orang kaya yang tinggal di sana.

Berdasarkan peringkat miliarder Forbes yang dirilis beberapa waktu yang lalu, Shanghai memiliki konsentrasi miliarder terbesar keenam di dunia, merangkak dari peringkat 18 tahun lalu.

Baca Juga: Urban Farming Jadi Solusi Kebutuhan Pangan Masyarakat Perkotaan

Selain itu, begitu banyaknya kekayaan pribadi di Shanghai sehingga pembelian eksklusif di sana menjadi lebih mahal daripada kota mana pun di dunia, termasuk Hong Kong, yang sebelumnya mendapat predikat kota termahal di dunia. Menurut Julius Baer, pembelian tersebut di antaranya makan malam mewah, jasa pengacara, dan penerbangan bisnis.

Efek samping dari pandemi Covid-19, membuat perusahaan e-commerce dan farmasi selama setahun terakhir menambah kekayaan para miliarder seperti Colin Huang dan Li Ge, bahkan mereka yang berada di urutan paling bawah.

Baca Juga: Miliki Udara Bersih dan Penduduk Panjang Umur, Ini Kota-Kota Tersehat di Dunia

Kebangkitan ekonomi juga pengaruhi oleh perkembangan industri mode di Shanghai. Shanghai mengadakan fashion week yang menjadi kesempatan yang luar biasa bagi industri ini. Selain itu, di tahun ini saja Shanghai berencana membuka 49 pusat perbelanjaan dengan ukuran masing-masing lebih dari 30.000 meter persegi.

Nasib Hong Kong yang sebelumnya menjadi kota termahal di dunia, saat ini duduk di peringkat tiga. Setelah pernah menjadi tujuan belanja bagi turis China yang kaya, kini hanya sedikit dari mereka yang pergi ke Hong Kong untuk menghabiskan kekayaan mereka.

Hal tersebut diduga dipengaruhi protes pro-demokrasi dua tahun terakhir yang membuat banyak orang meninggalkan wilayah administratif khusus. Tapi sekarang pembeli China daratan sudah memiliki berbagai toko mewah yang mereka butuhkan di rumah.

Lima besar dari daftar kota termahal di dunia didominasi oleh kota di Asia. Selama pandemi, kota-kota di AS dan Eropa menjadi lebih “murah” sebagian besar berkat eksodus penduduk kaya mereka ke pedesaan selama setahun terakhir. Alhasil, pasar real estat seperti di London dan New York kesulitan karena para pembelinya bergerak menuju pedesaan.

Hal tersebut sangat berlawanan dengan apa yang terjadi di China dan negara-negara Asia lainnya yang kotanya berhasil melewati pandemi Covid-19 dalam kondisi yang lebih baik.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini