Smart Berinvestasi, Milenial Jangan Investasi Tanpa Tahu Tujuannya

Taufik Fajar, Jurnalis · Minggu 11 April 2021 16:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 11 622 2392804 smart-berinvestasi-milenial-jangan-investasi-tanpa-tahu-tujuannya-CbBgwWt5Hx.jpeg Tips Investasi. (Foto: Okezone.com/SHutterstock)

 JAKARTA - Generasi milenial diajak untuk mulai berinvestasi mempersiapkan masa depan. Investasi tersebut beragam, tapi tetap harus waspada karena banyak juga yang ilegal.

"Ada dua jenis kegiatan menyimpan uang yang terlihat sama, tapi sebenarnya berbeda, yaitu menabung dan investasi. Menabung adalah kegiatan menyimpan uang yang umumnya dilakukan dalam jangka pendek. Investasi adalah kegiatan menyimpan uang untuk kebutuhan jangka panjang dengan tujuan utama mendapatkan keuntungan lebih," ujar

Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim, Septriana Tangkary, Minggu (11/4/2021).

Baca Juga: 6 Cara Mudah Menyusun Anggaran Rumah Tangga

Septriana mengimbau para milenial untuk tidak melakukan investasi pada entitas yang tidak jelas legalitas dan pengawasannya.

"Apabila menemukan penawaran investasi yang tidak jelas, Anda perlu memastikan bahwa entitas tersebut beserta investasi yang ditawarkan memiliki izin yang sah dari otoritas yang berwenang atau tidak melalui web sikapiuangmu OJK," ungkap dia.

Baca Juga: Atur Keuangan dengan Metode 50-30-20, Begini Caranya

Sementara itu. Koordinator Informasi dan Komunikasi Perekonomian Satu, Kemenkominfo, Eko Slamet Riyanto menyebut di tengah pandemi Covid-19, jumlah investor Pasar Modal Indonesia tetap meningkat pesat.

"Jumlah investor Pasar Modal Indonesia sesuai dengan data yang tercatat di KSEI per tanggal 29 Desember 2020 naik lebih dari 50% menjadi 3.871.248 dari sebelumnya 2.484.354 pada akhir tahun 2019", jelasnya.

Eko menerangkan dalam tiga tahun terakhir pertumbuhan investor pasar modal Indonesia didominasi kalangan anak muda terutama generasi milenial dan Gen-Z. pertumbuhan terbesar ada dari investor di bawah usia 25 tahun, kemudian pertumbuhan tertinggi berikutnya adalah investor di antara 26 sampai 30 tahun.

Sedangkan Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan OJK, Horas V.M. Tarihoran, menyampaikan dua tips berinvestasi secara aman. Pertama tetapkan tujuan keuangan.

Jangan berinvestasi tanpa tahu tujuan investasi. Kedua kenali diri sendiri. Ketahui profil risiko pribadi, apakah termasuk ke dalam tipe investor yang konservatif, moderat, atau agresif.

"Kami juga mengimbau bahwa tidak ada satu investasi pun yang tidak berisiko. Berhati-hatilah sebelum berinvestasi. Cek dahulu ke OJK melalui call center 157 atau whatsapp melalui 081157157157," tandas dia

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini