Peternakan Sapi RI Ini Bak Selandia Baru, dari Lokal hingga Limousin 'Berkeliaran'

M Budi Santosa, Jurnalis · Senin 12 April 2021 07:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 12 455 2393042 peternakan-sapi-ri-ini-bak-selandia-baru-dari-lokal-hingga-limousin-berkeliaran-SORHB920u0.jpg Peternakan Sapi Payakumbuh (Foto; Dok Kementan)

JAKARTA - Peternakan sapi memang menjadi bisnis yang sangat menguntungkan jika dikelola dengan baik. Bahkan, jika mempunyai lahan yang baik, bisnis ini juga bisa menjadi tempat wisata yang indah.

Seperti di Balai Pembibitan Ternak Unggul (BPTU) Hijauan Pakan Ternak (HPT) Kementerian Pertanian Padang Mengatas di Kabupaten Payakumbuh yang mempunyai luas 280 hektare (ha) dengan 1.300 ekor sapi yang dilepasliarkan. Bahkan, pemandangannya dinilai sangat mirip dengan peternakan sapi di Selandia Baru.

 Baca juga: Curi-Curi Waktu Bisnis Sampingan? Ikut 5 Langkah Ini agar Tak Dipecat

Kepala BPTU-HPT Padang Mengatas Gigih Tri Pambudi mengatakan balai BPTU-HPT tersebut bisa menjadi objek wisata sekaligus ikon pariwisata baru di Sumatera Barat. Bagi anak SD hingga mahasiswa, peternakan ini bisa menjadi wisata edukasi.

“Orang bilang di sini seperti di New Zealand, jadi kami sebut di sini dengan bukit New Zealand, banyak pengunjung yang datang mulai dari anak-anak SD hingga mahasiswa, dan sampai saat ini masih gratis, ke depan kami harapkan balai ini bisa ditetapkan sebagai salah satu tempat edu wisata di Payakumbuh,” ungkapnya, Padang, Senin (12/4/2021).

 Baca juga: Simak 3 Cara agar Gaji Cepat Naik

Dia mengatakan teknologi akan meningkatkan kinerja BPTU-HPT dalam mendukung pemenuhan daging nasional. Sedangkan untuk jenis sapi yang dikembangkan di balai tersebut ialah sapi simmental dan limousin yang banyak dikembangkan di balai itu.

“Selain sapi limousin dan simmental, di sini juga ada sapi lokal yakni sapi pesisir asli tanah Minang,” katanya.

BPTU-HPT di Payakumbuh juga sempat menjadi pusat pembelajaran peternakan dari negara tetangga dan pusat pembibitan terbesar di Asia Tenggara. Gigih menyebut tugas dan fungsi utama balai ini adalah mendukung peningkatan populasi dan produktivitas daging sapi nasional dengan menghasilkan bibit yang berkualitas.

“Tidak hanya menghasilkan bibit yang berkualitas, ke depan BPTU-HPT ini diharapkan bisa menjadi wisata edukasi yang sesuai dengan arahan Menteri Pertanian, yakni harus maju, mandiri dan modern, tentu dengan sentuhan teknologi di dalamnya,” ungkap Gigih.

Gigih mengimbau kepada para pengunjung BPTU-HPT agar senantiasa menjaga kebersihan dan fasilitas yang ada selama berada di kawasan ini. Hal ini wajib dilakukan agar kualitas dan kesehatan hewan ternak tetap terjaga.

“Kepada para pengunjung, kami himbau agar menjaga kebersihan selama dilokasi serta menjaga fasilitas yang tersedia, ini penting untuk menjaga kesehatan dan kualitas hewan ternak yang ada disini,” kata Gigih.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini