Raup Cuan dari Jualan Takjil di Jalan Jaksa dan Sabang

Fadel Prayoga, Jurnalis · Selasa 13 April 2021 17:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 13 455 2394094 raup-cuan-dari-jualan-takjil-di-jalan-jaksa-dan-sabang-1VPJp2rACi.jpg Raup Untung dari Jual Takjil. (Foto: Okezone.com/Fadel)

JAKARTA - Ramadhan merupakan bulan yang ditunggu-tunggu oleh umat muslim. Selain menjalankan ibadah puasa, di bulan suci ini juga identik dengan kegiatan-kegiatan rutin yang hanya dilakukan saat bulan puasa datang.

Salah satu kegiatan yang hanya dilakukan saat bulan puasa di antaranya berburu takjil atau berburu kuliner untuk berbuka puasa. Berburu kuliner saat berbuka puasa menjadi kebiasaan yang tidak dapat dilewatkan.

Dengan adanya rutinitas mencari tajkil tersebut, maka pemandangan penjual aneka gorengan, seperti bakwan, tahu isi, mendoan, risoles, martabak telor dan lainnya.

Baca Juga: Peternakan Sapi RI Ini Bak Selandia Baru, dari Lokal hingga Limousin 'Berkeliaran'

Tak hanya itu, ada juga yang menjual es buah, kolak ubi dan pisang kerap dijumpai di pinggir jalan. Salah satunya seperti di Jalan Jaksa dan Sabang, Jakarta Pusat.

Berdasarkan pantauan Okezone, Selasa (13/4/2021), beberapa penjual terjejer di pinggir jalan, namun tetap memperhatikan protoko kesehatan. Jarak antak pedagang satu dan lainnya berjauhan, sehingga tak menciptakan kerumunan.

Namun sayangnya, di antara para pembeli yang membeli cemilan untuk berbuka puasa tersebut nampak ada yang tak mengenakan masket. Meski begitu, para penjual terlihat mematuhi protokol kesehatan.

Baca Juga: Menengok Jejak Bisnis Nabi Muhammad SAW, Sukses Berdagang di Usia Muda

Salah satu penjual es buah, Komar mengaku meski di tengah pandemi Covid-19 yang masih melanda Ibu Kota, tetapi antusiasme para pekerja dan masyarakat sekitar membeli takjil sudah terasa di hari pertama Ramadhan 1442 Hijriah.

"Sudah ramai sejak buka sekitar jam setengah 4 tadi," ujarnya di Jalan Jaksa, Jakarta Pusat.

Dia menyebut kerap membawa pulang uang sebesar Rp300.000 hingga Rp500.000 jika memang pembeli sedang ramai. Menurutnya, pandemi tak memengaruhi penjualan secara signifikan, karena memang membeli takjil itu sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia.

"Tahun kemarin saja juga ramai yang beli meski PSBB lebih ketat, karena memburu takjil itu sudah jadi kebiasaan warga di sini," ujarnya.

Sementara itu, penjual gorengan, Afni menyatakan daganganya tetap diburu pembeli meski di tengah situasi Pandemi Covid-19. Dirinya yang sudah berjualan takjil di Jalan Sabang sejak 5 tahun lalu menyebut bahwa pembatasan aktivitas yang masih diberlakukan tak memengaruhi penjualan makanannya.

"Dari tahun lalu contohnya sejak Covid-19 baru-baru melanda saja, penjualan tetap ramai," kata dia.

Dia berharap penjualan terus laris hingga bulan suci nanti berakhir. Wanita yang masih berusia 20 tahun itu menjajakan gorengannya dengan harga relatif murah, berkisar dari Rp2.000 hingga Rp3.000.

"Semoga Ramadhan tahun ini membawa keberkahan. Jadi diharapkan tahun ini keadannya membaik dan memberi keuntungan berlipat bila dibandingkan tahun lalu," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini