IPO, Pengelola Lucy in The Sky Bidik Rp40 Miliar

Rabu 14 April 2021 14:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 14 278 2394525 ipo-pengelola-lucy-in-the-sky-bidik-rp40-miliar-GjxOBgapvD.jpg IPO Perusahaan di Bursa Efek Indonesia. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - PT Lima Dua Lima Tiga Tbk berencana melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) dengan target raihan dana sebanyak-banyaknya Rp40,50 miliar. Pemilik dan pengelola Lucy in the Sky tersebut dalam prospektusnya menyampaikan rencana melepas hingga 337,50 juta saham baru atau setara dengan 32,61% kepemilikan setelah IPO.

Harga penawaran awal ditetapkan pada kisaran Rp100-Rp120 per saham. Dengan demikian, Lucy in the Sky berpotensi meraih dana segar sekitar Rp33,75 miliar - Rp40,50 miliar. Demikian dikutip dari Harian Neraca, Rabu (14/4/2021).

Baca Juga: 20 Perusahaan Antre IPO, BEI: Kami Tunggu BUMN

Dalam IPO ini, perseroan juga akan menerbitkan waran seri I sebanyak-banyaknya 236,250 juta waran yang menyertai saham baru atau sebanyak–banyaknya 33,87% dari jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh. Waran ini akan memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli saham biasa atas dengan harga pelaksanaan yang akan ditentukan kemudian.

Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek dalam IPO ini adalah PT Indo Capital Sekuritas. Perseroan menyebut penawaran awal saham ini akan dilakukan pada periode 13–19 April 2021. Nantinya, dana yang dihimpun hasil IPO sekitar 60% akan digunakan perusahaan untuk membuka gerai baru, sejalan dengan strategi perusahaan untuk memperluas dan memperkuat keberadaannya di pasar.

Sementara sisa 40% dari dana IPO akan digunakan perseroan untuk belanja modal dan modal kerja untuk gerai yang sudah ada. Adapun, Lucy in the Sky merupakan salah satu pelopor even malam atau nightlife event di ruang F&B yang terletak di kawasan Sudirman Central Business District (SCBD) Jakarta Selatan.

Baca Juga: IPO, Nusa Palapa Incar Dana Segar Rp64,8 Miliar

Perseroan menuturkan, IPO ini menandai tonggak sejarah perusahaan karena bertepatan dengan ulang tahun ke-9 Lucy in the Sky sebagai tempat ikonik yang mewakili kawasan SCBD dengan atmosfir yang ramah dan bersemangat yang ditemani lampu-lampu kota Jakarta.

Perusahaan juga dikelola oleh tim manajemen yang memiliki keahlian, pengalaman dan rekam jejak yang baik di industri restoran, bar dan perhotelan. Lucy in the Sky merupakan bagian dari Syah Establishment yang terkenal dengan hotel, kompleks perumahan, dan tempat lifestyle lainnya.

Beberapa tempat yang dikelola oleh Syah Establishment a.l. Sofia at The Gunawarman, Csaba at The Gunawarman, The Gunawarman Hotel, Bloom at Hotel Monopoli, The Moon at Hotel Monopoli, The Room at Hotel Monopoli, dan Hotel Monopoli.

Tahun ini, antrian minat perusahaan untuk melaksanakan IPO cukup tinggi. Meski masih dihadapkan pandemi Covid-19, kondisi tersebut tidak menyurutkan untuk menggelar IPO. Alhasil, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) merevisi target IPO dari sebelumnya 30 menjadi 54 emiten baru di tahun 2021.

“Sudah ada revisi target IPO baru jadi 54 ya, kalau tidak salah. Jadi merevisi target semula terlalu moderat. Karena perkembangan terakhir cukup optimis,” kata Direktur Pengembangan BEI, Hasan Fawzi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini