Jokowi: Anggaran Pembangunan Harus Lebih Besar dari Belanja Pegawai

Dita Angga R, Jurnalis · Kamis 15 April 2021 07:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 15 320 2394944 jokowi-anggaran-pembangunan-harus-lebih-besar-dari-belanja-pegawai-p8sihPpb5D.jpg Presiden Jokowi (Foto: Antara)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan kepala daerah yang telah dilantik hasil pilkada 2020 mengelola APBD-nya dengan baik. Jokowi meminta jangan sampai belanja APBD untuk pegawai lebih besar dibanding untuk pembangunan dan modal.

Baca Juga: Ridwan Kamil Minta Pemda Optimalkan Sumber Dana Non-APBD

“Sebagai contoh, ada anggaran di sebuah kabupaten Rp2 triliun misalnya. Hati-hati, saya titip yang namanya belanja aparatur dan belanja pembangunan, belanja aparatur dan belanja modal dilihat gedean yang mana. Usahakan agar belanja pembangunan, belanja modal itu lebih besar dari belanja aparatur,” katanya dikutip dari akun Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (15/4/2021).

Baca Juga: Jokowi ke Bupati: Anggaran Jangan Diecer Nanti Enggak Kepilih Lagi

Dia mengatakan jika sudah ada pembagian antara belanja pembangunan, modal dan pegawai maka harus ada fokus anggaran. Dia meminta agar anggaran itu tidak dibagi rata ke masing-masing unit, maupun dinas.

“Hati-hati. Sekali lagi yang bapak ibu dan saudara-saudara prioritaskan yang mana. Berikan dua prioritas atau maksimal tiga prioritas. Sudah, anggaran itu prioritaskan ke sana 60%. Sisanya baru diberikan ke unit-unit yang lain. Sehingga menjadi jelas,” ungkapnya.

Jokowi mengatakan dengan memiliki fokus dan skala prioritas yang jelas maka anggaran juga akan lebih terkonsentrasi. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu sempat menemukan ada daerah yang anggarannya mencapai 40.000 mata anggaran kegiatan.

“Menurut saya semakin sedikit kegiatan akan semakin secara manajemen akan semakin gampang ngontrolnya, semakin gampang ngeceknya dan hasilnya akan semakin kelihatan. Oleh sebab itu saya titip buat satu, dua atau tiga saja kegiatan besar yang anggarannya dikonsentrasikan ke sana. Sehingga hasilnya bisa dilihat, dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.



1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini