Bisnis Ala Nabi Muhammad, Begini Caranya Lakukan Targeting Produk

Fariza Rizky Ananda, Jurnalis · Jum'at 16 April 2021 07:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 15 455 2395009 bisnis-ala-nabi-muhammad-begini-caranya-lakukan-targeting-produk-mBD8T325cD.jpg (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA – Dalam berbisnis, pengusaha harus melakukan survei pasar terlebih dahulu untuk menentukan apakah produknya dibutuhkan oleh konsumen. Survei juga berguna untuk memahami daya beli masyarakat di lokasi tertentu. Kegiatan tersebut dinamakan targeting.

Setelah pengusaha menetapkan segmentasi produknya, pengusaha kemudian harus melakukan targeting ini. Targeting adalah proses pemilihan target dan mencocokkan reaksi pasar dengan kebutuhan dasar, kemampuan daya beli, dan keterbatasan yang dimiliki.

Baca Juga: Berdagang ala Nabi Muhammad SAW, Begini Strategi Penguasaan Pasar yang Dilakukan

Sebuah produk atau jasa tidak dapat memasuki semua segmen di masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan sebuah proses targeting. Strategi pemilihan target pasar yang tepat akan mempermudah masuknya sebuah produk baru.

Apalagi, biasanya sudah ada kompetitor dengan produk yang sama dan sudah menguasai pasar terlebih dahulu. Alhasil, pengusaha harus menentukan karakteristik produknya dengan spesifik dan menentukan target pasar yang sesuai.

Baca Juga:  Berbisnis dengan Etika, Ini 5 Konsep Marketing yang Dilakukan Nabi Muhammad SAW

Dikutip dari buku Strategi Andal dan Jitu Praktik Bisnis Nabi Muhammad karya Thorik Gunara dan Utus Hardiono Sudibyo, Jumat (16/4/2021), Nabi Muhammad ternyata sudah mempraktikkan konsep targeting dalam kegiatan perdagangannya dahulu kala.

Nabi Muhammad melakukan targeting yang berbeda dengan teori targeting yang hanya memfokuskan pada satu segmen atau komunitas. Nabi Muhammad dapat memasuki semua segmen yang ada di semenanjung Arabia. Bahkan beliau melakukan targeting mulai dari kalangan raja-raja sampai pada budak-budak pada masa itu.

Nabi Muhammad dapat melakukan sistem one brand for all tetapi dengan positioning yang berbeda. Beliau memang melakukan targeting pada awalnya, tapi kemudian mengarah pada semua segmen yang ada. Muhammad mampu melakukan one on one marketing yang merupakan segmen terkecil dari sebuah pasar.

Setiap individu yang ada dapat djadikan target market oleh Nabi Muhammad. Beliau mampu menjadi sosok yang dihormati di kalangan pengusaha saat itu. Semua ucapan dan perbuatannya selalu diteladani dan dijadikan contoh bagi orang lain. Nabi Muhammad telah melakukan targeting tidak hanya secara bisnis, tapi juga secara personal.

Langkah ini menghasilkan costumer life time value (nilai yang bisa didapatkan oleh perusahaan dalam jangka waktu tertentu) dan berujung pada long term relationship (hubungan jangka panjang).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini