Tambah Land Bank, Adhi Commuter Properti Cari Utang Rp500 Miliar

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 15 April 2021 21:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 15 470 2395403 tambah-land-bank-adhi-commuter-properti-cari-utang-rp500-miliar-qoNjSSkwce.jpg Rumah (Shutterstock)

JAKARTA - Anak usaha dari PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) yakni PT Adhi Commuter Properti (ADCP) akan menerbitkan surat utang atau obligasi sebesar Rp500 miliar. Surat utang Obligasi I Adhi Commuter Properti ditawarkan dalam dua seri.

Direktur Utama Adhi Commuter Properti mengatakan, dana obligasi ini akan dipakai untuk belanja menambah land bank dan pendanaan sejumlah proyek. Apalagi, perseroan juga berusahaa untuk menambah portofolio dan ekspansi usaha seiring dengan semakin mendominasi properti di area Transit Oriented Development (TOD).

Baca juga: Adhi Karya Alihkan Aset TOD dan Hotel ke Adhi Commuter Properti

“Kami baru saja melakukan public expose obligasi I Adhi Commuter Property 2021. Dana hasil Penawaran Umum Obligasi I Adhi Commuter Properti tersebut akan dipakai untuk belanja menambah land bank dan pendanaan sejumlah proyek,” ujarnya dalam konferensi pers virtual, Kamis (15/4/2021).

Adapun obligasi yang ditawarkan ada dua macamSeri A memiliki tenor 365 hari dengan kupon 9,5% - 10,5% sedangkan seri B memiliki tenor 3 tahun dengan kupon 10,5% - 11%.

Baca juga: Naik 5,4%, Adhi Karya Catat Kontrak Baru Rp31,6 Triliun

PT Pemeringkatan Efek Indonesia (Pefindo) telah memberikan rating idBBB (Triple B) untuk obligasi yang akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia tersebut. Sementara itu, yang PT Sucor Sekuritas ditunjuk sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi.

Adapun jadwal penawaran umum obligasi PT Adhi Commuter Properti pertama pemberian izin publikasi prospektus ringkas dari OJK berlangsung 14 April 2021. Kemudian melakukan bookbuilding pada 15 - 26 April 2021.

Kemudian berlanjut pada pernyataan efektif dari OJK di 7 Mei 2021, dan penawaran umum pada 11 dan 17 Mei 2021. Selanjutnya, penjatahan dilakukan pada 18 Mei 2021, distribusi obligasi pada 20 mei 2021 dan pencatatan pada PT Bursa Efek Indonesia pada 21 Mei 2021.

“Seri A untuk 365 hari atau 1 tahun dan seri B 3 tahun dengan tenor seri A 9,5 sampai 10,5%, kemudian yang 3 tahun kita range di 10,5 sampai 11%,” jelasnya.

Direktur Keuangan Adhi Commuter Properti Mochamad Yusuf mengatakan, alasan mengapa melakukan obligasi ini mengacu pada kondisi pasar yang diprediksi akan mulai menbaik. Roda ekonomi dan aktivitas juga perlahan-lahan mulai kembali bergerak sehingga pasar juga diprediksi akan membaik.

Hingga September 2020, ADCP berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp699 miliar dengan EBITDA Rp103 miliar dan laba bersih Rp88,2 miliar. Sementara itu, aset perseroan mencapai Rp4,7 triliun dan ekuitas sebesar Rp2 triliun.

Secara luas, ADCP yang memulai usahanya sejak 2016 terus membuat pertumbuhan dari tahun ke tahun sehingga laba kotor yang pada tahun 2016 baru Rp15 miliar. Sehingga pada September 2020 laba kotor tersebut telah mencapai Rp120 miliar, dengan marjin laba kotor sebesar 17,9%.

Sepanjang tahun 2020, ADCP juga telah melakukan serah terima di 4 kawasan, yaitu LRT City Bekasi – Eastern Green, LRT City Jatibening, LRT City Sentul dan LRT City MTH.

Pertumbuhan yang terus meningkat signifikan juga terjadi pada EBITDA. Sehingga EBITDA yang pada 2016 baru sebesar Rp12,7 miliar pada September 2020 telah mencapai Rp104 miliar.

"Seiring dengan mulai meredanya pandemi covid-19 di awal 2021, kami memperkirakan pasar akan kembali normal. Makanya kali ini ACP berupaya menambah portofolio dan ekspansi usahanya dengan menerbitkan surat utang sebesar Rp 500 miliar,” jelasnya

ADCP pun sudah mencanangkan proyeksi bisnis untuk lima tahun ke depan dengan pertumbuhan yang sangat signifikan. Khususnya untuk segmen usaha high rise, landed housing dan commercial area.

Dalam lima tahun ke depan tersebut, perseroan akan melakukan serah terima pada hampir seluruh Tower 1 dan Tower 2 dari proyek-proyek yang berjalan di tahun 2020-2021. ADCP optimis akan meraih pertumbuhan marketing sales dalam lima tahun ke depan akan melaju tumbuh sebesar 59,4%.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini