Wall Street Melesat, Indeks Dow dan S&P Cetak Rekor Baru

Jum'at 16 April 2021 08:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 16 278 2395577 wall-street-melesat-indeks-dow-dan-s-p-cetak-rekor-baru-6iVMqFDO8z.jpg Bursa saham Wall Street ditutup menguat (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA - Wall Street melesat pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), dengan Indeks Dow Jones ditutup di atas 34.000 poin untuk pertama kalinya ketika indeks saham blue-chips itu dan Indeks S&P 500 membukukan rekor tertinggi baru terangkat reli saham teknologi yang dipicu penurunan imbal hasil obligasi dan penjualan ritel AS yang kuat untuk Maret.

Indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 305,10 poin atau 0,90%, menjadi ditutup di 34.035,99 poin. Indeks S&P 500 terangkat 45,76 poin atau 1,11% menjadi 4.170,42 poin, rekor penutupan baru. Indeks Komposit Nasdaq meningkat 180,92 poin atau 1,31% menjadi berakhir di 14.038,76 poin, dilansir dari Antara, Jumat (15/4/2021).

Baca Juga: 2 Indeks Utama Melemah, Wall Street Berakhir Mixed

S&P 500 mencetak penutupan tertinggi kedua minggu ini, dan Indeks Dow Jones melampaui puncak sebelumnya pada 9 April. Indeks Komposit Nasdaq ditutup di atas 14.000 untuk pertama kalinya sejak 16 Februari dan sekarang kurang 1,0% dari rekor tertinggi 12 Februari.

Sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor real estat dan teknologi masing-masing menguat 1,95% dan 1,79%, memimpin kenaikan. Sementara sektor energi kehilangan 0,88%, menjadi kelompok dengan kinerja terburuk.

Baca Juga: Wall Street Ditutup Melemah Menanti Laporan Keuangan Emiten

Sektor teknologi informasi S&P juga mencapai titik tertinggi sepanjang masa. Acuan dan indeks jasa-jasa komunikasi didukung oleh nama-nama teknologi besar, termasuk Apple Inc, Microsoft Corp dan Facebook Inc , yang naik antara 1,5% hingga 1,9%.

"Meskipun valuasinya cukup tinggi, Anda memiliki banyak keyakinan bahwa raksasa teknologi besar akan terus mampu memberikan arus kas yang cukup untuk membenarkan penilaian tersebut," kata Analis Pasar Modal T Rowe Price Associates, Tim Murray.

Membantu menarik uang tunai untuk saham-saham ternama tersebut adalah fakta imbal hasil obligasi pemerintah, setelah melonjak ke atas pada akhir Maret, telah mundur karena investor semakin menerima jaminan Federal Reserve untuk mempertahankan kebijakan moneter yang akomodatif meskipun terjadi inflasi yang lebih tinggi.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang dijadikan acuan, turun di bawah 1,6% untuk pertama kalinya sejak 25 Maret.

Sentimen yang memperkuat lebih lanjut adalah lonjakan penjualan ritel AS pada Maret ketika warga Amerika menerima bantuan langsung tunai pandemi tambahan dari pemerintah. Klaim pengangguran juga turun lebih besar dari yang diperkirakan menjadi 576.000 pekan lalu, level terendah satu tahun.

"Untuk ekuitas AS, itu keduanya terbaik di dunia, karena kami memiliki obligasi 10-tahun yang turun tetapi kami juga memiliki data ekonomi yang baik. Itulah yang ingin Anda lihat," kata Murray dari T Rowe's.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini