Rupiah Menguat Jelang Akhir Pekan, Ini Pemicunya

Ferdi Rantung, Jurnalis · Jum'at 16 April 2021 18:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 16 278 2395966 rupiah-menguat-jelang-akhir-pekan-ini-pemicunya-HztAcUjaCt.jpg Rupiah (Okezone)

JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat ditutup menguat pada perdagangan hari ini. Mata uang Garuda ditutup menguat 50 point di level Rp14.565.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menjelaskan bahwa menguatnya rupiah didorong oleh membaiknya pertumbungan perekonomian di China.

 Baca juga: Ditutup Menguat ke Rp14.602/USD, Rupiah Waspadai Penyebaran Covid-19

"Para ekonom beranggapan bahwa kebangkitan ekonomi China Kuartal Pertama tumbuh hingga 18,3 persen disaat hantaman pandemi covid-19 yang belum usai, akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ini merupakan sinyal positif bahwa pemulihan ekonomi di dalam negeri bisa dilakukan dengan cepat bahkan perkiraan PDB di Kuartal Kedua 7 persen kemungkinan bisa terealisasi."jelasnya dalam riset hariannya, Jumat (16/4/2021)

Ia memaparkan, Sebagai kalkulasi saja, setiap pertumbuhan ekonomi China 1 persen akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 0,05 persen. Dengan demikian dampak dari pertumbuhan ekonomi China akan terasa pada Kuartal Kedua dan Kuartal Ketiga 2021.

 Baca juga: Rupiah Melemah Tipis ke Rp14.609/USD

Disisi lain dampak pertumbuhan ekonomi China akan langsung terasa pada sisi ekspor, terutama permintaan dari tirai bambu otomatis akan meningkat sehingga akan berdampak langsung terhadap ekspor Indonesia ke China. Kemudian neraca perdagangan Indonesia berpotensi surplus hingga beberapa bulan ke depan.

Selain itu korelasi pertama bisa dilihat dari sisi perdagangan dan itu bisa dilihat dari kontribusi ekspor Indonesia ke China sebesar 21 persen per Maret 2021, itu lebih tinggi kontribusinya dari pada sebelum covid-19. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor nonmigas Indonesia ke China tercatat sebesar US$3,73 miliar per Maret 2021.

"Angka itu naik dari posisi Februari 2021 yang sebesar US$2,95 miliar." Tandasnya

Sedangkan untuk perdagangan Minggu depan, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuasi namun ditutup menguat di rentang Rp.14.545 - Rp.14.600.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini