6 Cara Mendapatkan Modal Usaha, Simak di Sini

Fariza Rizky Ananda, Jurnalis · Minggu 18 April 2021 18:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 16 455 2395812 6-cara-mendapatkan-modal-usaha-simak-di-sini-lmhp8yriuL.jpg Modal Usaha (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Sebuah usaha atau bisnis tentu saja tidak lepas dari yang namanya modal. Biasanya sebelum memulai usaha, calon pengusaha harus mempersiapkan modal terlebih dahulu agar usahanya bisa jalan, bisa berupa uang atau aset produksi lain seperti tempat, tenaga kerja, atau peralatan usaha lainnya.

Banyak orang yang terkendala modal ketika akan memulai bisnis. Mereka kerap berpikir tanpa adanya modal yang besar maka usaha tidak bisa jalan, padahal banyak usaha yang sukses dimulai dengan modal yang kecil. Kesuksesan tersebut terjadi karena pemilik usaha bisa mengelola modal dan usahanya dengan baik.

Selain itu, calon pengusaha juga harus memahami dari mana dia bisa mendapatkan modal untuk bisnisnya. Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan modal usaha, berikut ulasannya dilansir dari buku 25 Usaha Terlaris Modal 1-3 Jutaan karya Sherly, Minggu (18/4/2021).

Baca Juga: Curi-Curi Waktu Bisnis Sampingan? Ikut 5 Langkah Ini agar Tak Dipecat 

1. Memanfaatkan tabungan

Sebaiknya mulailah usaha dengan uang sendiri. Ini akan meminimalkan pinjaman ke pihak lain. Keuntungan murni dari usaha atau balik modal tidak bisa didapatkan dalam waktu satu bulan-dua bulan, namun bisa jadi lebih dari 6 bulan bahkan satu tahun. Jadi, jangan sampai terjebak utang yang harus dilunasi dengan segera.

Meski memakai tabungan atau uang pribadi, calon pengusaha tetap harus berhati-hati. Usahakan masih terdapat simpanan yang cukup untuk keperluan pribadi.

2. Bekerja sama dengan pihak lain

Salah satu cara untuk menambah modal adalah dengan mengajak saudara, teman, atau orang lain yang bisa dipercaya serta memiliki modal untuk merintis usaha bersama. Otomatis, usaha tersebut akan menjadi milik bersama. Beban pekerjaan bisa terdistribusi dengan adil.

Supaya aman, buatlah perjanjian kerja sama di awal yang mengandung kekuatan hukum dan memuat jenis usaha, deskripsi kerja, cara pembagian keuntungan, hingga penyelesaian jika terjadi sengketa di kemudian hari.

3. Pinjaman

Pinjaman modal bisa didapatkan dari perorangan, lembaga koperasi, bank, atau dari UKM. Semua pinjaman hendaknya ditulis dalam bentuk dokumen bermaterai, disepakati bersama, dan sah secara hukum. Biarpun berasal dari keluarga atau teman dekat, perlakukan pinjaman itu sebagaimana dari bank yang mengandung syarat dan prosedur tertentu.

4. Aset pribadi

 

Aset pribadi-berupa barang elektronik, rumah, tanah, perhiasan, atau kendaraan yang dijual dan diuangkan sehingga bisa dipakai sebagai modal usaha. Namun ada juga sebagian orang yang cukup menggadaikan barang pribadinya untuk modal usaha.

Menggadai barang dilakukan asalkan yakin bahwa keuntungan yang dihasilkan cukup besar, cepat, dan bisa langsung dipakai untuk menebus barang tanpa harus mengurangi modal selanjutnya.

5. Pinjaman barang produksi

Modal tidak hanya dalam bentuk uang saja, tetapi bisa dalam bentuk tempat, kendaraan, atau tenaga kerja. Membuka kerja sama dengan orang-orang terpercaya yang menguasai tempat usaha, kendaraan, dan tenaga tidaklah rugi. Pastikan tertuang dalam kesepakatan yang saling menguntungkan kedua belah pihak.

6. Uang pesangon

Jangan buru-buru menghabiskan uang pesangon. Uang yang jumlahnya cukup besar bisa dijadikan tambahan modal usaha. Buat pos-pos penggunaan uang pesangon dengan memprioritaskan keperluan keluarga/pribadi.

Setelah seluruh modal yang dikumpulkan sesuai dengan anggaran yang telah disusun, maka segera investasikan ke dalam bentuk barang dan modal lainnya yang dibutuhkan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini