Ada 85 Cadangan Gas di Indonesia Timur, Infrastruktur Jadi Kunci

Giri Hartomo, Jurnalis · Sabtu 17 April 2021 13:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 17 320 2396268 ada-85-cadangan-gas-di-indonesia-timur-infrastruktur-jadi-kunci-NN6UBK8KQA.jpeg Infrastruktur (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Pembangunan infrastruktur khususnya di Indonesia Timur menjadi hal yang sangat penting dalam mendikung pemanfaatan gas yang maksimal. Namun, pembangunan infrastruktur ini juga dibutuhkan dukungan investasi.

Direktur Eksekutif Refomainer Institute Komaidi Notonegoro mengatakan, di Indonesia Timur, ada 85 cadangan dan produk gas bumi. Namun justru 85% penggunanya justru berada di Indonesia Barat, oleh karena itu pembangunan infrastruktur menjadi kunci.

"Mau tidak mau infrastruktur jadi kunci," ujarnya, Sabtu (17/4/2021).

Baca Juga: Ahli Perminyakan Rekomendasikan Keterbukaan Data dan Proyek Migas demi 1 Juta Barel/Hari

Menurut Komaidi, gas di di Indonesia Timur tidak bisa dibawa begitu saja perlu diubah jadi gas alam cair atau Liquified Natural Gas (LNG). Namun, proses tersebut membutuhkan biaya tambahan sehingga harganya menjadi mahal.

Oleh karena itu, pilihan kedua adalah dengan membangun infrastruktur pipa transmisi disitribusi dan membutuhkan investasi sebagai pendukung. Namun, investasi untuk membangun infrastruktur pipa gas tersebut, tentu harus mempertimbangkan keekonomian proyek, serta ada komitmen dari pembeli gas yang melintas pipa tersebut.

Baca Juga: Kesulitan Dapat Suplai Gas, PGN Surati Menperin

"Ini seperti investasi di jalan tol akan menghitung berapa yang lewat sampai investasi kembali, di gas juga begitu," kata Komaidi.

Namun saat ini seluruh rantai bisnis gas sedang mengalami kesulitan, sebab adanya penetapan harga gas sebesar USD6 per MMBTU. Kebijakan ini membuat keuntungan badan usaha tipis bahkan rugi sehingga menyulitkan untuk berinvestasi.

"Ini akar permasalahannya bukan hanya dialami PGN, tapi seluruh mata rantai bisnis gas, saya rasa bisa mati bareng-bareng," kata Komaidi.

Sementara itu,Mantan Dosen Univestistas Pertamina Dian Nurul Fitria memandang, pembangunan infrastruktur gas sangat penting untuk meningkatkan ketahan energi. Namun dia menyangkan saat ini pembangunannya belum masif.

"Memang situasi ini penting buat Indoensia karena kita pulau-pulau sehingga transmisi pipa gas sangat dibutuhhkan," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini