Meneladani Bisnis ala Nabi Muhammad SAW, Ini Cara Membangun Image Produk

Fariza Rizky Ananda, Jurnalis · Sabtu 17 April 2021 07:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 17 455 2396147 bangun-image-produk-yang-baik-dalam-bisnis-dari-teladan-nabi-muhammad-saw-oz1JS87BqA.jpg Foto: Ilustrasi Shutterstock

JAKARTA – Mengembangkan nama baik produk agar diingat oleh konsumen merupakan tugas besar bagi seorang pengusaha atau pedagang. Tidak hanya perlu memahami pasar agar segmentasi penjualan tepat sasaran, pengusaha juga diharuskan mempertimbangkan persepsi masyarakat terhadap produk atau jasa yang akan dijual.

Kegiatan tersebut ada dalam konsep positioning. Positioning adalah bagaimana caranya menempatkan produk ke dalam benak customer secara luas, sehingga akan tertanam dalam benak pasar bahwa perusahaan adalah definisi dari kategori produk yang dijual.

Baca Juga: Bisnis Ala Nabi Muhammad, Begini Caranya Lakukan Targeting Produk

Positioning berhubungan dengan benak atau dalam hal ini perseption (persepsi), yaitu bagaimana pengusaha ingin pelanggan mengingat produk atau jasa yang mereka tawarkan. Positioning yang sempit dan spesifik akan lebih efektif pada benak customer, sehingga produk yang ditawarkan akan dipercaya sebagai solusi bagi satu permasalahan pada sebuah segmen di pasar.

Nabi Muhammad dikenal sebagai pengusaha yang sangat sukses di masa lalu. Sebagai seorang pengusaha, Nabi Muhammad juga melakukan konsep positioning. Berikut ulasannya, dilansir dari buku Strategi Andal dan Jitu Praktik Bisnis Nabi Muhammad karya Thorik Gunara dan Utus Hardiono Sudibyo, Sabtu (17/4/2021).

Baca Juga: Berdagang ala Nabi Muhammad SAW, Begini Strategi Penguasaan Pasar yang Dilakukan

Ketika zaman dahulu, positioning yang terjadi bukan pada produk karena penggunaan merek belum merupakan sebuah hal yang lazim dilakukan. Sehingga positioning yang ada lebih condong pada pembentukan personal branding pada diri Nabi Muhammad.

Di kalangan para pedagang saat itu sosok Nabi Muhammad sangat disegani dan dihormati karena kejujuran dan keadilannya. Sekecil apapun usahanya, tidak pernah ada keluhan dari pelanggannya. Beliau selalu menepati janji serta mengantar barang-barang tepat pada waktunya.

Segala permasalahan yang ada dengan pembeli selalu diselesaikan dengan damai dan adil tanpa ada unsur penipuan di kedua belah pihak. Kejujuran, keadilan, dan konsistensi Nabi Muhammad dalam berdagang menjadi teladan bagi para pengusaha.

Reputasi Nabi Muhammad sebagai pedagang yang jujur dan terpercaya sudah muncul sejak usia muda, baik di kalangan pedagang maupun investor kaya di kota Mekkah. Itulah positioning Nabi Muhammad yang terus mengakar. Tidak hanya dalam bidang bisnis, positioning beliau juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai seorang teladan umat yang ideal dan disegani.

Dengan demikian Nabi Muhammad akan selalu dikenal dengan positioning-nya yang telah ia bangun. Positioning Nabi Muhammad pun sampai sekarang masih sangat terasa dengan banyaknya orang yang mengagumi dan mengikuti semua contoh yang telah dia berikan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini