Erick Thohir Pede Ekonomi RI Tumbuh 5%-7% tapi Tak Setinggi China

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Minggu 18 April 2021 13:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 18 320 2396636 erick-thohir-pede-ekonomi-ri-tumbuh-5-7-tapi-tak-setinggi-china-qhS65Ko28E.png Erick Thohir (Foto: Instagram/@erickthohir)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun-tahun mendatang akan tumbuh di kisaran 5%-7%. Sebab, program pemulihan ekonomi nasional (PEN) terus didorong pemerintah.

"Kita yakini Indonesia akan tumbuh, kita tidak akan setinggi China, tapi kita akan di angka 5%-7%secara konsisten ke depan," ujar Erick dikutip, Minggu (18/4/2021).

Indonesia memiliki fundamental ekonomi yang kuat bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia kedepannya. Instrumen tersebut adalah pangsa pasar dalam negeri yang luas dengan total penduduk lebih dari 270 juta orang serta memiliki sumber kekayaan alam yang bisa dimaksimalkan dengan hilirisasi.

Baca Juga: Ekonomi China Kuartal I-2021 Meroket 18,3% 

Menanggapi proyeksi Erick Thohir, Ekonom Indef Bhima Yudhistira Adhinegara menilai, prediksi tersebut terlalu optimistik, disaat yang sama mobilitas penduduk Indonesia masih berada dibawah baseline atau kondisi sebelum Covid-19.

Dia menyebut, permasalahan utama bukan pada banyaknya populasi, tapi seberapa cepat mobilitas bisa pulih. Sektor yang berperan penting seperti retail, khususnya pusat perbelanjaan pun dinilai masih menunggu minat masyarakat untuk berbelanja di luar rumah.

"Jadi kunci utama untuk mencapai pertumbuhan tinggi adalah mengembalikan mobilitas. tentu kembali ke target vaksin untuk mencapai herd immunity yang seharusnya diselesaikan tahun ini," ujar Bhima saat dimintai pendapatnya.

Ada beberapa langkah yang diyakini bisa dimanfaatkan pemerintah. Misalnya, momentum pemulihan ekonomi di negara tujuan ekspor seperti China dan Amerika Serikat harus dimanfaatkan.

"Tapi jangan terjebak pada supersiklus komoditas, dimana, kenaikan ekspor sebaiknya di imbangi dengan produk manufaktur bernilai tambah. Ini pentingnya bauran kebijakan pemerintah untuk mengakselerasi sektor manufaktur," katanya.

Langkah berikut adalah, pemberdayaan kelompok rentan miskin. Kelompok sosial ini dipandang membutuhkan anggaran perlindungan sosial dari pemerintah. "Jangan buru-buru dipangkas kalau ingin ekonomi segera tumbuh ke 5%," tutur dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini