Mau Untung Jualan di Grup WhatsApp? Perhatikan Hal Berikut Ini

Hafid Fuad, Jurnalis · Minggu 18 April 2021 08:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 18 455 2396505 mau-untung-jualan-di-grup-whatsapp-perhatikan-hal-berikut-ini-Vm1IhWYiTC.jpg Jualan di Grup WA (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Salah satu marketing channel yang cukup menguntungkan dan bisa dimanfaatkan untuk berjualan atau berbisnis saat ini adalah melalui grup WhatsApp atau WAG.

Perencana keuangan dari Finansia Consulting Eko Endarto mengatakan, ada beberapa ragam grup WhatsApp. Mulai dari grup yang ditujukan untuk khusus saling berjualan, grup karena kesamaan hobi, lalu karena kesamaan profesi.

"Biasanya grup profesi atau teman sekantor akan lebih beragam. Bisa lebih banyak lagi orangnya," ujar Eko saat dihubungi MNC Portal Indonesia di Jakarta, Sabtu (17/4/2021).

Baca Juga: Ide Bisnis Jus Buah Selama Ramadhan, Banyak Dicari dengan Modal Sedikit 

Selain itu menurutnya juga ada tipe grup lelang barang, dengan hanya satu penjual dan anggota lainnya hanya pembeli. Sementara bila ada yang mau berjualan bisa dengan menitipkan produknya. Pihak admin bisa menjadi kurator untuk seleksi awal produk yang dijual. Salah satunya adalah grup pengajian yang memiliki solidaritas yang kuat.

"Semakin lama lingkungan pergaulan orang akan makin mengerucut. Akhirnya kita akan ingin sesuatu yang personal. Orang semakin butuh rekomendasi dari kenalannya," ujarnya.

Menurutnya, perdagangan di WAG memiliki kelebihan sudah saling kenal sehingga bisa membeli dari penjual yang dipercaya. Produknya akan lebih mudah diterima karena ada reputasi baik yang sudah diketahui. "Tapi risikonya bila ada cacat sedikit atau tidak sesui iklan akan langsung tersebar cepat. Karena sifatnya sangat personal," jelasnya.

Perencana keuangan lainnya Tejasari juga menambahkan keuntungan berjualan di WAG. Menurutnya ada beberapa alasan seperti gratis biaya, praktis, lebih kenal karena teman, sehingga akan lebih dibantu dan terpercaya.

Kemudian juga banyak penjual yang nyaman di WAG karena merasa lebih prospektif. Mereka bisa mengakses langsung ke pembeli dan bahkan bisa langsung chat. "Ditambah lagi saat ini pasti banyak juga yang pernah tertipu penjual e-commerce yang palsu. Jadi orang akan lebih banyak hati hatinya," kata Tejasari.

Tapi menurut dia ada yang harus diperhatikan, yaitu penjualnya harus bersaing dengan yang lain di WAG tersebut, sehingga harganya tidak bisa dipatok tinggi-tinggi untuk mengambil margin besar.

"Kadang satu grup ada yang jualannya sama misalnya pempek sudah banyak penjualnya. Makanya produk kita harus beda," imbuhnya.

Tidak hanya itu, ada kerepotan lain yaitu penjual harus banyak bergabung di berbagai WAG untuk mengejar target penjualan. Lazimnya rasio penjual akan lebih banyak dari pembelinya.

"Harus rajin juga ikut banyak group. Ini yang lumayan repot, soalnya musti memantau semua WA group," sambungnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini