Kebutuhan Rumah Semakin Tinggi di Tengah Pandemi Covid-19

Minggu 18 April 2021 20:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 18 470 2396760 kebutuhan-rumah-semakin-tinggi-di-tengah-pandemi-covid-19-Pgv5MpjxbZ.jpg Properti (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk terus mendorong realisasi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional.

Direktur Consumer & Commercial Lending Bank BTN Hirwandi Gafar mengatakan, permintaan KPR pada 2021 mulai menunjukkan peningkatan, sejalan dengan stimulus ekonomi dari pemerintah.

Baca Juga: Erick Thohir: Semua yang Pinjam ke BTN Harus Pakai Kompor Listrik

Bank BTN, lanjutnya, juga terus mengoptimalkan berbagai stimulus tersebut dengan berinovasi untuk mendongkrak penyaluran KPR khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

"Di tengah pandemi, rumah menjadi kebutuhan yang mendesak karena berbagai aktivitas dilakukan di rumah. Kami terus berupaya terus mendukung para pengembang untuk memproduksi rumah subsidi dan memacu realisasi kredit sehingga semakin banyak masyarakat Indonesia dapat memiliki rumah," ujar Hirwandi seperti dilansir Antara, di Jakarta, Minggu (18/4/2021).

Hirwandi menuturkan, secara total akan ada lebih dari 1.000 unit rumah di proyek Perumahan Pesona Kahuripan 4 di Desa Bojong, Kecamatan Kelapa Nunggal, Kabupaten Bogor. Sebanyak 400 unit sisanya sedang dalam proses persetujuan KPR di Bank BTN KC Bogor.

"Mayoritas konsumen akad merupakan masyarakat berpenghasilan rendah yang bekerja di Jakarta. Sehingga, kami berharap dengan memiliki rumah yang berkualitas, para pekerja tersebut dapat memiliki kualitas hidup yang lebih baik dan berpengaruh ke produktivitas mereka," kata Hirwandi.

Adapun, hingga 15 April 2021, Bank BTN telah merealisasikan penyaluran KPR Subsidi untuk lebih dari 31 ribu unit rumah.

Sejak pandemi dimulai pada awal 2020 hingga pertengahan April 2021, emiten bersandi saham BBTN itu juga tercatat telah memberikan KPR Subsidi baik skema konvensional maupun syariah untuk lebih dari 153 ribu unit rumah. Nilai penyaluran untuk ratusan ribu hunian tersebut setara Rp21,5 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini