Menkop Ingin UMKM Ikuti Sekolah Ekspor

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Senin 19 April 2021 20:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 19 320 2397381 menkop-ingin-umkm-ikuti-sekolah-ekspor-lxTx2NXfe2.jpg Menkop Teten Masduki. (Foto: Okezone.com/Kemenkop)

JAKARTA - Kontribusi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk ekspor tercatat rendah. Padahal, 60% Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia berasal dari UMKM.

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki menyebut, UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional. Selain kontribusi yang tinggi terhadap PDB, usaha mikro ini mampu penyerapan tenaga kerja di kisaran 97%. Meski begitu, kontribusinya terhadap ekspor hanya 14,7% saja.

Baca Juga: Pelaku UMKM Punya Kesempatan Dapat Rp3,6 Juta

"Ini masih tertinggal dari negara APEC yang bahkan sudah mencapai 35%," ujar Teten dalam konferensi pers 500K Eksportir Baru, Senin, (19/4/2021).

Rendahnya kontribusi UMKM dalam negeri terhadap ekspor, kata Teten, lantaran berbagai persoalan klasik yang masih belum bisa diatasi. Di antaranya, minimnya pengetahuan pelaku UMKM tentang pasar luar negeri dan rendahnya kualitas produk UMKM.

Baca Juga: Mudik Dilarang, UMKM Daerah Makin Bangkrut

Minimnya kapasitas produksi UMKM, biaya sertifikasi tinggi, hingga masalah logistik juga turut menjadi penghambat UMKM untuk bisa menjadi pemain global.

Karenanya, pemerintah perlu merumuskan sejumlah program untuk meningkatkan partisipasi UMKM terhadap aktivitas ekspor. Salah satunya program sekolah ekspor.

"Saya kira (Sekolah Ekspor) penting agar bagaimana UMKM bisa menjadi eksportir serta memacu ekspor," tutur dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini