Cara Nabi Muhammad SAW Mementukan Harga Produk

Fariza Rizky Ananda, Jurnalis · Rabu 21 April 2021 07:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 19 455 2397124 cara-nabi-muhammad-saw-mementukan-harga-produk-PS5oP3KUqJ.jpg Foto: Ilustrasi Shutterstock

JAKARTA – Penetapan harga atau pricing adalah salah satu hal yang penting dalam kegiatan bisnis. Tidak hanya promosi dan mempertahankan kualitas produk, menentukan harga juga sangat berpengaruh terhadap laku atau tidaknya sebuah produk barang atau jasa.

Itu sebabnya, penentuan harga butuh strategi dan pertimbangan matang. Pengusaha tidak bisa asal menentukan harga bagi produknya, jika tidak disertai strategi yang benar, pengusaha bisa saja malah merugi mengingat saat ini persaingan bisnis semakin besar.

Baca Juga: Strategi Dagang Nabi Muhammad SAW, Kenalkan Produk pun Dilakukan

Dikutip dari buku Strategi Andal dan Jitu Praktik Bisnis Nabi Muhammad karya Thorik Gunara dan Utus Hardiono Sudibyo, Senin (19/4/2021), harga dapat diartikan sebagai ekspresi dari sebuah nilai, di mana nilai tersebut menyangkut kegunaan dan kualitas produk. Dalam menentukan harga yang harus diperhatikan adalah penentuan persaingan sebagai batas atas dan biaya (cost) sebagai batas bawah. Harga yang ditetapkan tidak boleh lebih tinggi dari harga yang ditawarkan oleh pesaing atau lebih rendah dari biaya yang dikeluarkan.

Penetapan harga pun harus fixed (tetap). Terlalu banyak diskon akan menciptakan image bahwa toko hanya menjual barang murah dan tidak berkualitas. Mungkin pada awalnya akan dapat menarik pelanggan, namun lama kelamaan akan membuat bingung pelanggan itu sendiri. Apalagi bagi pelanggan yang memiliki kecenderungan value dan quality oriented.

Baca Juga: Strategi Marketing ala Nabi Muhammad SAW, Tidak Hanya Fokus Pada Keuntungan

Pada dasarnya, jangan sampai ikut terpancing dengan strategi pesaing yang bermain dengan harga. Karena harga harus realistis. Perihal penetapan harga tersebut, Nabi Muhammad juga memiliki pandangan yang sama. Konsep persaingan yang sehat sudah ditekankan Nabi di abad tujuh masehi.

Nabi Muhammad bersabda, “Janganlah kamu menjual menyaingi penjualan saudaramu”. (HR. Bukhari, dari Abdullah bin Umar Ra.)

Perang harga tidak diperkenankan karena bisa jadi bumerang bagi penjual itu sendiri. Nabi Muhammad secara tidak langsung menyuruh untuk tidak bersaing di price, tapi bersaing dalam hal lain seperti kualitas (quality), layanan (delivery), dan nilai tambah (value added).

Nabi Muhammad menganjurkan pengusaha tidak boleh membingungkan konsumen. Beliau memerintahkan pengusaha untuk tegas dalam menentukan harga. Seperti dalam sabdanya “Penjual harus tegas terhadap timbangan dan takaran” serta “Menukar emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, jelai dengan jelai, kurma dengan kurma, dan garam dengan garam. Apabila barang yang ditukar berlainan jenis lakukanlah sesukamu asal tunai.”

Dalam berbisnis, harga harus sesuai dengan nilai barang. Hal ini pada akhirnya bisa menguntungkan pengusaha karena bisa mendapatkan kepercayaan konsumen.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini