Soroti Angka Kecelakaan, Menhub: 4 Orang Meninggal Tiap Jam

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 20 April 2021 12:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 20 320 2397702 soroti-angka-kecelakaan-menhub-4-orang-meninggal-tiap-jam-hyvgPmaDGz.jpg Menhub Soroti Tingginya Angka Kecelakaan Lalu Lintas. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta kepada operator transportasi meningkatkan keselamatan penumpangnya. Mengingat, jumlah kecelakaan lalu lintas masih sangat tinggi.

Berdasarkan data Kepolisian Republik Indonesia, ada lebih dari 500 ribu kecelakaan yang terjadi dengan164 ribu orang yang meninggal. Sementara jumlah kecelakaan fatal mencapai 29.000 dengan 3 hingga 4 orang meninggal setiap jam akibat kecelakaan lalu lintas.

Baca Juga: Industri Transportasi Makin Terpuruk, Larangan Mudik Dinilai Tidak Perlu

“Kalau kita bicara kerugian Rupiah itu luar biasa, ini memang harus kita amati secara seksama, karena ada 29 ribu kecelakaan fatal yang mengakibatkan meninggal dunia, berarti 3-4 orang meninggal setiap jam akibat kecelakaan lalu lintas,” ujarnya dalam acara Webinar Sinergi Pemerintah dan Operator dalam Mewujudkan Angkutan yang Berkeselamatan, Selasa (20/4/2021).

Adapun korban kecelakaan lalu lintas terbesar merupakan masyarakat berusia produktif dengan rentang 15-64 tahun. Sedangkan korban dengan usia 0-14 tahun berjumlah 12% dan lebih dari 65 tahun sebanyak 11%. 

Baca Juga: Operator Transportasi Butuh Pembebasan PNBP Biar Survive dari Covid-19

“Dan secara khusus kita lihat kelompok usia 15-29 tahun paling banyak,” ucapnya.

Mantan Direktur Utama Angkasa Pura II itu juga menyebut, tingginya angka kecelakaan akibat angkutan umum terjadi karena beberapa faktor. Seperti misalnya kendaraan atau angkutan umum yang mengalami kegagalan dalam mengerem.

“Dari data Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) tingginya kecelakaaan itu juga akibat kendaraan angkutan umum, baik akuntan umun penumpang maupun barang lebih sering karena kegagalan nelakukan pengereman saat jalan menurun, berkelok, dan tidak sedikit rem bolong jalan lurus,” jelasnya.

Oleh karena itu, lanjut Budi, perlu ada sebuah langkah agar angka kecelakaan bisa ditekan lebih tendah bahkan dihilangkan. Khususnya untuk keselamatan para pengendara sepeda motor dan angkutan umum yang masih sangat tinggi.

“Ini menandakan ada hal yang perlu kita improve, kecelakaan itu banyak dari sepeda motor,” jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini