Kunci Sukses Promosi Ala Nabi Muhammad SAW, Menghindari Sumpah Berlebihan

Fariza Rizky Ananda, Jurnalis · Kamis 22 April 2021 07:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 20 455 2397829 kunci-sukses-promosi-ala-nabi-muhammad-saw-menghindari-sumpah-berlebihan-EkMK3DOLBd.jpg (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTAPengusaha yang ingin produk barang atau jasanya dikenal dan laku di pasaran tentunya perlu kegiatan promosi. Konsep promosi yang paling umum ditemukan biasanya berbentuk iklan di berbagai media, baik itu media massa maupun media lain seperti baliho bahkan di media sosial seperti Youtube.

Iklan tersebut sudah semakin sering ditemukan masyarakat. Hanya saja, saat ini masyarakat sudah semakin cerdas untuk tidak mudah tergiur karena iklan saja, bahkan tidak jarang ada orang yang bosan dan terganggu dengan adanya iklan yang terlalu berlebihan.

Baca Juga:  Anjuran Nabi Muhammad SAW dalam Memilih Tempat Usaha dan Distribusi Produk

Dikutip dari buku Strategi Andal dan Jitu Praktik Bisnis Nabi Muhammad karya Thorik Gunara dan Utus Hardiono Sudibyo, Kamis (22/4/2021), soft selling atau promosi secara perlahan dan berkesinambungan jauh lebih berarti daripada hard selling yang berlebihan. Pembicaraan mulut ke mulut (word of mouth) pengaruhnya lebih kuat daripada gempuran iklan yang biayanya mahal.

Memperkenalkan produk ke masyarakat membutuhkan proses yang panjang, karena jika dipaksakan untuk sekadar viral dengan promosi yang berlebihan, kepopuleran produk bisa bertahan dalam tempo yang singkat saja.

Baca Juga:  Strategi Dagang Nabi Muhammad SAW, Kenalkan Produk pun Dilakukan

Konsep promosi yang tidak berlebihan sudah dilakukan oleh Nabi Muhammad ketika beliau berdagang. Beliau menegaskan bahwa penjual harus menjauhkan diri dari sumpah-sumpah yang berlebihan ketika menjual produknya.

Beliau tidak pernah melebih-lebihkan produk dengan maksud untuk memikat pembeli dan melakukan sumpah untuk melariskan dagangannya. Nabi Muhammad bersabda, “Sumpah yang diucapkan untuk melariskan perniagaan, dapat merusakkan keuntungan” (HR. Muslim, dari Abu Hurairah Ra.)

Sumpah secara berlebihan sudah dihindari sejak zaman dahulu, karena sumpah berlebihan yang bertujuan mendapatkan penjualan lebih tidak menumbuhkan kepercayaan pelanggan. Mungkin penjual bisa saja untung di awal, namun ketika konsumen menyadari sumpahnya hanya sebuah kebohongan maka dia tidak akan beli lagi produknya.

Mereka juga bisa saja memberi tahu siapa saja agar tidak membeli barang yang dia jual. Rekomendasi dari mulut ke mulut efeknya memang lebih kuat dibanding promosi apa pun yang dilakukan penjual. Maka dari itu, sabda Nabi Muhammad membuktikan bahwa promosi yang berlebihan akan mengancam keberlangsungan usaha pedagang itu sendiri.

Lebih lanjut lagi, beliau juga menekankan agar pedagang tidak melakukan sumpah palsu. Untuk menyampaikan produk, biasanya perusahaan saat ini menggunakan PR (public relation) atau humas. Apabila kinerja PR berhasil, maka bisa menjadi fondasi yang kuat bagi perusahaan. Namun hal itu percuma jika perusahaan masih tetap menjual kebohongan.

Nabi Muhammad bersabda, “Yang dinamakan berjualan dengan sumpah palsu adalah usaha untuk melariskan barang dagangannya, lagi berusaha dengan cara yang tercela” (HR. Bukhari dan Muslim). Beliau melarang adanya penawaran dan pengakuan fiktif dengan tujuan melariskan dagangan. Etika dalam promosi juga tidak luput dari perhatian Nabi Muhammad.

Suatu ketika Nabi Muhammad lewat di depan seseorang yang sedang menawarkan baju dagangannya, orang itu tinggi sedangkan baju yang ditawarkannya pendek. Kemudian beliau bersabda, “Duduklah! Sesungguhnya kamu menawarkan dengan duduk itu lebih mudah mendatangkan rezeki” (HR. Thusi). Dengan begitu, beliau telah mengingatkan pedagang pentingnya konteks dan cara melakukan penjualan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini