Kasus Covid India Meningkat, Harga Minyak Anjlok 1,5%

Rabu 21 April 2021 08:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 21 320 2398164 kasus-covid-india-meningkat-harga-minyak-anjlok-1-5-akDim23gYQ.jpg Harga Minyak Anjlok. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

NEW YORK - Harga minyak mentah turun pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Penurunan terjadi di tengah kekhawatiran pembatasan wilayah di India akibat infeksi virus corona. Hal ini tentu sangat berpengaruh karena India merupakan importir minyak terbesar ketiga dunia.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juni turun 48 sen atau 0,7% menjadi USD66,57 per barel, setelah sempat mencapai tertinggi sejak 18 Maret di USD68,08. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei berkurang 94 sen atau 1,5% menjadi USD62,44 per barel.

Baca Juga: Harga Minyak Naik Tipis Dibatasi Kasus Covid-19 India

India, negara terpadat kedua di dunia sedang menghadapi dampak paling parah karena Covid-19. Dilaporkan jumlah kematian harian di sana terburuk dengan sebagian besar negara mengunci wilayahnya di tengah gelombang penularan kedua yang meningkat pesat.

Perdana Menteri India Narendra Modi mendesak warga untuk mengambil tindakan pencegahan guna menghentikan penyebaran Covid-19, tetapi tidak memberlakukan penguncian. Demikian dikutip dari Antara, Rabu (21/4/2021).

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun Usai Naik 6%

Pembatasan terus menghambat perjalanan ke seluruh dunia. Hong Kong akan menangguhkan penerbangan dari India, Pakistan, dan Filipina mulai 20 April selama dua minggu.

Sebenarnya, harga minyak mentah rally di awal sesi, setelah Libya mengumumkan force majeure ekspor di Pelabuhan Hariga. Pihak Libya mengatakan dapat memperluas tindakan tersebut ke fasilitas-fasilitas lain, dengan alasan sengketa anggaran.

Hariga dijadwalkan memuat sekitar 180.000 barel per hari (bph) pada April. Produksi Libya terpukul tahun lalu setelah pasukan yang berbasis di timur dalam perang saudara negara itu memblokade terminal minyak.

Secara keseluruhan, harga minyak telah pulih dari posisi terendah bersejarah tahun lalu akibat pandemi, dibantu oleh beberapa pemulihan permintaan dan pengurangan produksi besar-besaran oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC+. Setahun yang lalu hari ini, WTI merosot ke minus 40 dolar AS karena kelebihan pasokan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini