Panduan Bertahan Hidup di Masa Sulit bagi UMKM

Fariza Rizky Ananda, Jurnalis · Rabu 21 April 2021 22:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 21 455 2398636 panduan-bertahan-hidup-di-masa-sulit-bagi-umkm-5J7hM3hhxR.jpg UMKM (Foto: Okezone.com)

JAKARTA – Banyak hal yang bisa menjadi tantangan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kemerosotan pertumbuhan ekonomi disebabkan saat pandemi Covid-19 akhir-akhir ini merupakan salah satu hambatan besar bagi bisnis UMKM.

Terutama UMKM yang baru saja dirintis akan lebih rentan terhadap guncangan ekonomi, karena belum memiliki landasan bisnis yang kuat dan masih harus terus berkembang dan belajar dari kesalahan. Bertahan ketika masa-masa sulit membutuhkan tekad yang kuat dan prinsip pantang menyerah.

Berikut adalah enam strategi bagi bisnis kecil ketika menghadapi masa-masa sulit agar bisa tetap bertahan, dilansir dari The Balance, Rabu (21/4/2021).

Baca Juga: BLT UMKM Rp1,2 Juta Cair, Pelaku Usaha Bisa Bertahan Lebih dari 1 Tahun

Gunakan strategi pemotongan biaya yang tepat

Pendekatan pemotongan biaya oleh perusahaan di masa-masa sulit adalah dengan menerapkan kebijakan pengurangan biaya yang besar. Untuk bisnis kecil, pemotongan biaya perlu diterapkan dengan lebih tepat. Pemotongan biaya terlalu besar membuat bisnis tidak akan pernah pulih. Jika memotong terlalu kecil, masalah arus kas bisa membuat pengusaha jatuh ke jurang permasalahan. Berhati-hatilah dalam menentukan apa saja dan seberapa banyak pemotongan biaya yang dilakukan.

Perluas Area Pemasaran

Biasanya sebagian besar bisnis kecil disebut lokal tidak hanya karena lokasi tetapi juga dalam fokus pemasaran. Di masa-masa sulit, pengusaha bisa melihat potensi pasar lebih luas dan melampaui batas target bisnis saat ini. Salah satu peluang tersebut adalah perdagangan internasional. Penjual bisa memanfaatkan marketplace atau e-commerce yang sangat memudahkan pembelian barang ke luar negeri.

Baca Juga: Demi BLT UMKM, Pedagang Harus Lakukan Ini

Buat Rencana marketing dengan Budget Rendah

Ketika resesi dan masa-masa sulit lainnya melanda, fungsi pemasaran adalah yang pertama terpotong. Dengan lebih sedikit iklan dan marketing, prospek yang masuk berkurang sehingga berefek kepada penurunan pendapatan

Kunci untuk menyelamatkan bisnis apa pun di masa-masa sulit bukanlah dengan mengurangi aktivitas marketing, tetapi menggantinya dengan strategi dengan budget rendah. Pemasaran beranggaran rendah mencakup taktik seperti mengandalkan koneksi, pemasaran dari mulut ke mulut, pemasaran online, dan masih banyak lagi.

Bangun Koneksi dengan Rekan Bisnis yang Terdampak

Masa-masa sulit dalam bentuk resesi tidak hanya berdampak pada satu atau dua bisnis saja. Seluruh sektor pasar bisa merasakan guncangannya. Salah satu pendekatan yang berguna untuk bertahan hidup adalah dengan berkoneksi dengan sejumlah bisnis yang terdampak.

Ketika terhubung dengan kelompok perdagangan industri atau kelompok profesional, pelaku bisnis bisa mendapatkan pengetahuan dan praktik terbaik yang bisa diterapkan selama kemerosotan bisnis.

Fokus Kembali pada Hal-hal Fundamental

Dalam kondisi bisnis yang baik-baik saja, presentasi penjualan atau pemasaran yang kurang efektif bisa jadi tetap membuahkan hasil yang baik. Bertahan dari masa-masa sulit membutuhkan kembali fokus pengusaha dalam prinsip-prinsip dasar bisnis. Melakukan pemeriksaan keuangan secara teratur, memberikan pelatihan penjualan, mengelola hubungan dengan pelanggan adalah beberapa hal mendasar yang perlu dipelajari dan diperhatikan kembali.

Belajar dari Kesalahan di Masa Lalu

Sangat mudah untuk jatuh ke dalam perangkap mengulangi kesalahan yang membuat bisnis berada di titik terendah. Jika pelaku usaha memiliki kemitraan yang gagal, dia tidak boleh mengulangi hal yang sama. Bertahan dari masa-masa sulit baik pribadi atau peristiwa seperti resesi membutuhkan pandangan yang sehat serta strategi yang baik. Ingatlah saat-saat buruk tidak berlangsung selamanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini