Harga Minyak Terus Turun karena Lonjakan Covid-19, Brent Dibanderol USD65,3/Barel

Kamis 22 April 2021 08:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 22 320 2398811 harga-minyak-terus-turun-karena-lonjakan-covid-19-brent-dibanderol-usd65-3-barel-bXXw5BVeKe.jpg Harga Minyak Anjlok. (Foto: Okezone.com/SKK Migas)

NEW YORK - Harga minyak turun lagi dalam dua hari berturut-turut pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Harga minyak tertekan kekhawatiran melonjaknya kasus Covid-19 di India akan menurunkan permintaan bahan bakar pada importir minyak terbesar ketiga dunia tersebut.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juni, ditutup USD1,25 atau 2,0% menjadi USD65,32 per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Juni turun USD1,32 atau 2,1% menjadi USD61,35.

Baca Juga: Kasus Covid India Meningkat, Harga Minyak Anjlok 1,5%

"Ada kekhawatiran yang berkembang tentang permintaan mengingat terus meningkat tajam dalam jumlah kasus Virus Corona baru di negara berkembang utama seperti India," ujar Analis Energi Commerzbank Research, Carsten Fritsch, dikutip dari Antara, Kamis (22/4/2021).

Untuk diketahui, India merupakan negara pengguna minyak terbesar ketiga di dunia. Namun saat ini dilaporkan bahwa telah terjadi rekor peningkatan jumlah kematian harian akibat Covid-19.

Baca Juga: Harga Minyak Naik Tipis Dibatasi Kasus Covid-19 India

Sementara itu, harga minyak juga mendapat tekanan dari data stok minyak AS. Badan Informasi Energi AS (EIA) mencatat persediaan minyak mentah meningkat 0,6 juta barel selama pekan yang berakhir 16 April.

Meningkatkan kemungkinan pasokan minyak lebih lanjut, Iran dan kekuatan dunia telah membuat kemajuan dalam pembicaraan untuk menyelamatkan perjanjian nuklir 2015, yang, jika berhasil, dapat melihat sanksi dicabut dan lebih banyak barel Iran kembali ke pasar.

Namun perusahaan-perusahaan perdagangan minyak besar menyimpan solar dan bahan bakar jet pada supertanker yang baru dibangun di Asia dan Afrika untuk mengantisipasi vaksinasi Covid-19 yang mendorong harga lebih tinggi di bulan-bulan mendatang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini