Menhub Tak Ingin Tsunami Covid-19 India Terjadi di Indonesia

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 23 April 2021 17:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 23 320 2399765 menhub-tak-ingin-tsunami-covid-19-india-terjadi-di-indonesia-rB1bCqAOap.jpg Menhub Tak Ingin Kasus Virus Corona Meningkat. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pemerintah menegaskan jika masyarakat dilarang untuk pergi mudik Lebaran pada periode 6-17 Mei 2021. Seiring dengan hal tersebut, Kementerian Perhubungan melarang transportasi umum untuk beroperasi pada periode tersebut.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, larangan mudik dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19. Jangan sampai kenaikan kasus Covid-19 tinggi di India terjadi pada Indonesia.

Baca Juga: 70 Persen Pemudik Nasional Bakal Lintasi Jalur Bekasi

"Dirinci oleh pak Menteri Kesehatan (Budi Gunadi Sadikin) bahkan terbukti di India kenaikan tinggi sekali. Oleh karenanya, kita menyatakan bahwa dari 6-17 Mei dilarang mudik," ujarnya dalam acara konferensi pers virtual, Jumat (23/4/2021).

Mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) ini juga menyebut keputusan larangan mudik ini juga melihat dari pengalaman dalam beberapa hari belakangan. Di mana ketika libur panjang terjadi, angka kasus covid-19 di Indonesia langsung mendadak naik cukup tinggi.

Baca Juga: Larangan Mudik Untungkan Jakarta dan Sekitarnya

"Berkaitan dengan mudik, berdasarkan satu fakta bahwa apa yang terjadi selama hari ini di Indonesia banyak masalah-masalah kenaikan terjadi selama libur," jelasnya.

Meskipun begitu lanjut Menhub, dalam larangan mudik ini masih ada beberapa pengecualian kendaraan yang diperbolehkan untuk tetap jalan. Salah satunya adalah kendaraan logistik yang masih diperbolehkan untuk jalan selama periode 6-17 Mei.

"Mungkin ada pengecualian-pengecualian yang nanti sore kita akan menyampaikan rilis tentang pengecualian secara lebih detail," jelasnya

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini