Hippindo Divaksin, saatnya Masyarakat Keluarkan Uang dari Bank

Rina Anggraeni, Jurnalis · Senin 26 April 2021 09:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 26 320 2400708 hippindo-divaksin-saatnya-masyarakat-keluarkan-uang-dari-bank-ARzKL7kIhN.jpg Vaksin Covid-19 (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) akan mendapatkan vaksin sebanyak 500.000. Vaksinasi 500.000 ini bagi karyawan anggota Hippindo di bandara, mal, restoran, rest area, stasiun, pelabuhan, dan commercial area. Karyawan, suplier ritel, serta penyewa pun nantinya akan dikoordinasikan oleh Hippindo.

Ketua Umum Hippindo Budihardjo mengatakan, dengan adanya vaksinasi ini maka ekonomi akan meningkat, lalu kesehatan juga terjamin karena para karyawan ritel sudah divaksin. Hal ini dikarenakan banyak konsumen yang masih menyimpan uangnya di bank dan takut untuk berbelanja.

"Jadi yang kita inginkan mengeluarkan uang di bank karena banyak uang yang disimpan. Makanya adanya vaksinasi nah itu akan bermanfaatkan untuk ekonomi. Otomatis jadi ada perputaran ekonomi dan semua sektor seperti peritel bisa jualan apa aja kayak elektronik tas jadi semuanya bergerak," ujar Budi saat dihubungi MNC Portal Indonesia di Jakarta, Senin (26/4/2021).

Baca Juga: Bertemu Jokowi, Pengusaha Mal Minta Vaksinasi untuk Ekonomi dan Kesehatan

Menurutnya, poin ritel yang penting adalah mencegah penularan Covid-19 agar, ekonomi bisa bergairah.

"Kini yang offline ada tiap hari buka toko melayani konsumen sangat penting diprioritaskan bukan hanya untuk ekonomi tapi juga kesehatan. Karyawannya harus melayani konsumen toko, naik bus yang mana enggak bisa work from home jadi harus priotas jadi enggak memberikan penularan kepada konsumen," katanya.

Dia menambahkan pelaku ritel dan penyewa juga perlu diberikan insentif offline yang bisa bebas ongkir seperti online dalam rangka Ramadhan atau Lebaran. Kemudian Jalur distribusi perlu diamankan seiring timbulnya premanisme yang membebani biaya para peritel.

"Meliputi income tax guna booster perdagangan tiga bulan, misalnya free PPN, demi meningkatkan animo konsumen dalam membeli barang, terutama saat Ramadhan dan Lebaran," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini