Kunci Sukses Nabi Muhammad SAW Berdagang Ada di Personal Branding yang Kuat

Fariza Rizky Ananda, Jurnalis · Rabu 28 April 2021 03:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 26 455 2400796 kunci-sukses-nabi-muhammad-saw-berdagang-ada-di-personal-branding-yang-kuat-B6VCE8bGi5.jpg Al-Quran (Foto: Ilustrasi Freepik)

JAKARTA – Dalam kegiatan berbisnis atau berdagang, pengusaha harus memiliki identitas produk yang akan ditawarkannya kepada konsumen. Istilahnya adalah merek atau brand, yaitu sebuah nama, lambang, simbol, atau hal lain yang menjadi sebuah identitas dari produk atau jasa.

Merek tersebut bisa menjadi kekuatan perusahaan. Semakin kuat nilai yang dimiliki merek, semakin besar pula kekuatan perusahaan. Cara meningkatkannya tidak hanya dengan marketing untuk membentuk brand awareness, langkah utamanya adalah dengan menunjukkan nilai dan kemampuan penyampaian nilai tersebut kepada pelanggan.

Baca Juga: Prinsip-Prinsip Berdagang yang Baik Sesuai Petunjuk Nabi Muhammad SAW

Tidak hanya brand secara korporasi, ada juga yang namanya personal branding. Banyak tokoh-tokoh publik yang memiliki personal branding yang kuat, sehingga ketika dimanfaatkan untuk marketing, pengaruhnya sangat kuat dan bisa menaikkan public awareness terhadap suatu produk. Contohnya Cristiano Ronaldo yang menjadi incaran banyak perusahaan untuk dijadikan brand ambassador.

Dilansir dari buku Strategi Andal dan Jitu Praktik Bisnis Nabi Muhammad karya Thorik Gunara dan Utus Hardiono Sudibyo, Rabu (28/4/2021), pada abad 7 masehi lalu, Nabi Muhammad dikenal sebagai pengusaha yang sukses dan terpercaya. Dalam kegiatan berdagangnya, beliau sudah memanfaatkan personal branding yang dimilikinya.

Baca Juga: Kunci Sukses Promosi Ala Nabi Muhammad SAW, Menghindari Sumpah Berlebihan

Dalam al-Quran, Allah berfirman, "Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah (Muhammad) itu suri tauladan yang baik bagimu". Lalu dalam Hadis dikatakan bahwa kalau ingin melihat akhlak al-Quran, lihatlah Nabi Muhammad. Hal ini menandakan bahwa Personal Branding telah dikenal dalam Islam, yaitu melalui Nabi Muhammad.

Betapa sulitnya "musuh-musuh" Nabi Muhammad mencari cara menghancurkan nama baiknya lewat word of mouth yang menjelek-jelekkan (fitnah). Ketika ada rumor bahwa beliau adalah pembohong, hal tersebut ditentang oleh yang lain. Karena bagaimana mungkin dituduh pembohong, sejak kecil Nabi Muhammad dikenal tidak pernah berbohong sampai diberi gelar Al-Amin (dapat dipercaya).

Rumor lainnya yaitu Nabi Muhammad adalah seorang penyihir. Isu tersebut ditentang lagi oleh yang lain karena Nabi Muhammad tidak pernah meniup buhul-buhul sebagaimana yang dilakukan para penyihir pada waktu itu. Masyarakat tidak akan selamanya bisa dibodohi, hal tersebut menunjukkan betapa kuatnya brand Nabi Muhammad di mata masyarakat sehingga tidak ada seorang pun bisa mengubah kekuatan brandingnya.

Pada usianya yang menginjak 25 tahun, Nabi Muhammad telah banyak melakukan perjalanan dagang dan sebagian besarnya dengan membawa nama Khadijah, seorang pengusaha yang cukup disegani pada waktu itu. Setelah beberapa kali melakukan transaksi dagang dengan Nabi Muhammad, akhirnya Khadijah tertarik dengan kepribadiannya, dan kemudian mereka pun menikah.

Sebelumnya Nabi Muhammad kerap kali berdagang dengan menggunakan modal yang diberikan oleh orang-orang kaya dan anak-anak yatim yang tidak mampu menjalankan usahanya sendiri. Dengan bermodalkan kepercayaan, sikap jujur, dan integritasnya, Nabi Muhammad telah mencetak personal branding yang kuat sebagai pengusaha yang profesional dan jujur.

Selain orang-orang yang menginvestasikan harta mereka, banyak juga orang yang mempunyai uang lebih, kemudian menitipkannya pada Nabi Muhammad dan diambil lagi ketika pemilik uang tersebut membutuhkannya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini