Berkah Ramadhan, Emi Pedagang Es Geroyak Raup Jutaan Rupiah dalam 3 Jam

Inin Nastain, Jurnalis · Selasa 27 April 2021 07:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 27 455 2401302 berkah-ramadhan-emi-pedagang-es-geroyak-raup-jutaan-rupiah-dalam-3-jam-IpWNptLOE3.png Pedagang Es Geroyak (Foto: Inin/MNC Portal Indonesia)

MAJALENGKA - Berburu minuman segar jadi sasaran utama kaum Muslimin saat berbuka puasa. Es, salah satu minuman yang paling diburu saat ngabuburit, pada bulan Ramadhan ini.

Tradisi itu tentunya jadi berkah tersendiri bagi pedagang es. Hanya dalam hitungan jam, mereka bisa mengantongi uang jutaan Rupiah.

Hal itu seperti dialami Emi, pedagang es geroyak di Desa Bantarwaru, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Berkah Ramadhan, barang dagangannya ludes hanya dalam waktu sekitar tiga jam saja.

"Mulai keluar (buka) jam 3 (sore) sampai Jam 6 (sore). Selama tiga jam itu, habis 7 termos es," kata Emi saat berbincang dengan MNC Portal Indonesia, Senin (26/4/2021).

Baca Juga: Ini Alasan Bisnis Kuliner Jadi Pilihan Peluang Usaha Menjanjikan 

Dari 7 termos es geroyak yang dijualnya itu, Emi bisa mengantongi uang hingga jutaan Rupiah. Selain dagangannya yang laku keras, dia pun bisa leluasa ikut Salat Tarawih di Musala dekat rumahnya.

"Satu termos itu, dapatnya sekitar Rp250.000. 1 bungkusnya Rp4.000. Alhandulillah, berkah Ramadhan. Bisa buat bekal nyenengin anak yang sudah mulai belajar puasa full," jelas dia.

Permintaan es geroyak mencapai puncaknya saat jam menunjukan pukul 17.00 WIB hingga menjelang Magrib. Alhasil, untuk melayani para calon pembeli agar tidak terlalu lama antre, ada tiga orang yang melayani pembelian itu. 

Bersama suami dan saudaranya, tanpa kenal lelah, dia begitu telaten melayani permintaan pembeli. "Kadang mah, kalau esnya masih ada sampai Magrib, ada aja yang masih beli. Seringnya alhamdulillah sebelum Magrib udah habis," ungak Emi.

Sementara, es geroyak sendiri menggunakan bahan baku kelapa. Alhasil, rasa gurih kelapa dan manis serta dingin, membuat lidah terasa bergoyang saat menikmatinya begitu adzan Magrib tanda berbuka puasa berkumandang. 

"Kalau geroyaknya, itu diambil dari suara es saat diaduk-aduk itu, hahaha," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini