Strategi Memulai Usaha Kuliner Rumahan

Fariza Rizky Ananda, Jurnalis · Rabu 28 April 2021 04:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 27 455 2401377 strategi-memulai-usaha-kuliner-rumahan-RUw9zLUHbS.jpg Bisnis Kuliner (Foto: Okezone)

JAKARTABisnis kuliner rumahan tidak berbeda dengan usaha-usaha lainnya yang memerlukan strategi agar hasilnya sesuai dengan yang direncanakan. Salah satunya mengenai bagaimana cara memulainya, seperti merancang produk apa yang ingin dijual dan menentukan target konsumen.

Walaupun begitu, usaha kuliner rumahan cenderung mudah untuk dilakukan. Usaha seperti ini memiliki entry barrier rendah alias mudah ditiru orang lain. Itu sebabnya pengusaha perlu berinovasi agar menjadikan produknya unik dan laku di pasaran.

Selain mudahnya proses pembuatan produk, modal yang kecil memberikan peluang bagi siapa pun untuk memulai usaha kuliner jajanan. Usaha ini tidak mengharuskan memiliki kompetensi khusus, seseorang tanpa pendidikan tinggi pun bisa menjadi pengusaha kuliner jajanan.

Baca Juga: Ini Alasan Bisnis Kuliner Jadi Pilihan Peluang Usaha Menjanjikan

Dikutip dari buku 19 Inspirasi Bisnis Jajanan Populer dan Lauk Favorit karya Yuyun Anwar, Rabu (28/4/2021), berikut beberapa strategi untuk memulai usaha jajanan dan lauk rumahan.

1. Pahami kondisi pasar

Pengusaha wajib mengetahui kondisi pasar di bidang usaha jajanan populer sebelum memulai usaha. Kondisi yang perlu dipahami meliputi persaingan usaha, tren yang sedang berkembang, karakter usaha, dan cara memasuki pasar. Saat ini, tren makanan siap saji seperti frozen food sedang tinggi, karena masyarakat cenderung mengutamakan kepraktisan.

2. Ciptakan perbedaan unik pada produk

Salah satu upaya membuat produk mudah diingat konsumen adalah menciptakan perbedaan atau keunikan produk. Hal ini penting karena pelaku usaha kuliner sangat banyak. Cari kelebihan apa yang ada dalam produk sehingga konsumen bisa menyukai produk tersebut.

Baca Juga: Anjuran Nabi Muhammad SAW tentang Cara Berdagang yang Berkah

3. Hitung target pasar

Target pasar yang jelas berkaitan dengan jumlah investasi dan biaya yang akan dikeluarkan. Jika modal minim, sebaiknya dimulai dengan skala kecil, karena usaha kuliner rumahan seperti ini cenderung fleksibel.

4. Tentukan target penjualan

Pengusaha harus menentukan arah penjualan produk, seperti pemilihan tempat dan merumuskan segmentasi pasar dengan melihat pendapatan atau perilaku konsumen.

5. Hitung investasi peralatan yang dibutuhkan

Setelah menetapkan pasar dan segmentasi, perlu dihitung kebutuhan investasi. Perhitungan investasi peralatan berkaitan dengan tahap penentuan harga jual produk.

6. Cari lokasi penjualan yang tepat

Penentuan lokasi usaha kuliner dengan tepat dan strategis sangat menentukan omzet penjualan. Lokasi mendekati pembeli potensial lebih tepat dibandingkan memiliki lokasi ramai, tapi jauh dari pembeli potensial. Kesalahan memilih lokasi akan membuat usaha sulit berkembang.

7. Pahami cara membuat produk dengan baik

Memahami cara pembuatan produk berarti proses pembuatan dibuat secara terukur dan terstandar dengan baik. Hal ini dapat dipelajari dari kursus memasak atau membaca buku usaha kuliner. Produk yang dijual harus sama dan konsisten, dari bentuk, warna, rasa, dan penampilannya. Ketersediaan bahan baku juga menjadi kunci penting dari kelancaran supply usaha.

8. Lakukan training pada karyawan

Training karyawan sangat perlu dilakukan karena skill karyawan akan sangat menentukan produktivitas pengolahan kuliner jajanan.

9. Lakukan promosi pengenalan produk

Promosi paling sederhana yang bisa dilakukan adalah memberikan sample produk kepada konsumen, menyebar brosur, atau mengundang teman untuk menikmati jajanan dan lauk yang dijual. Bisa juga melakukan promosi melalui media sosial, radio, atau iklan di koran.

10. Lakukan evaluasi

Tahap evaluasi dapat dilakukan secara menyeluruh mulai dari strategi market yang telah direncanakan sampai sistem manajemen pengolahan produk. Jika dalam proses aplikasi terdapat ketidaksesuaian, maka perlu dilakukan tindakan perbaikan. Evaluasi secara dini dapat mengetahui ketidaksesuaian lebih awal sehingga dapat menghemat biaya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini