Etika Berbisnis Anjuran Nabi Muhammad SAW, Sikap Empati Bisa Tumbuhkan Loyalitas Konsumen

Fariza Rizky Ananda, Jurnalis · Jum'at 30 April 2021 03:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 27 455 2401421 etika-berbisnis-anjuran-nabi-muhammad-saw-sikap-empati-bisa-tumbuhkan-loyalitas-konsumen-rXFWkMMX7g.jpg Al-Quran (Foto: Ilustrasi Freepik)

JAKARTA – Tidak jarang kita menemukan keluhan dari pelanggan atau konsumen, terutama di media sosial atau kolom surat pembaca di koran. Keluhan tersebut biasanya mengenai pengalaman buruk mereka dalam hal pelayanan, baik itu restoran, pusat perbelanjaan, atau tempat lain yang menjual barang dan jasa.

Padahal, service atau pelayanan adalah hal mendasar dalam berbisnis atau usaha perdagangan, terlebih lagi bagi para pengusaha jasa. Sehingga bisa dikatakan bahwa dasar dari setiap bisnis adalah pelayanan.

Baca Juga: Kunci Sukses Promosi Ala Nabi Muhammad SAW, Menghindari Sumpah Berlebihan

Seorang pengusaha yang bisa merasakan apa yang dirasakan orang lain selama berbisnis akan membuatnya mengerti apa yang sesungguhnya diinginkan oleh konsumen. Pelayanan tidak hanya sebatas mengantarkan atau melayani, tapi juga mengerti, memahami, dan merasakan perasaan dan keinginan konsumen.

Dilansir dari buku Strategi Andal dan Jitu Praktik Bisnis Nabi Muhammad karya Thorik Gunara dan Utus Hardiono Sudibyo, Jumat (30/4/2021), pelayanan pada saat transaksi merupakan salah satu hal yang menjadi perhatian Nabi Muhammad. Beliau telah menciptakan image sebagai orang yang ramah dan baik sebagai pengusaha dan kesehariannya.

Baca Juga: Prinsip-Prinsip Berdagang yang Baik Sesuai Petunjuk Nabi Muhammad SAW

Abdullah ibn Abdul Hamzah mengatakan, "Aku telah membeli sesuatu dari Muhammad sebelum beliau menerima tugas kenabian dan karena masih ada suatu urusan dengannya maka aku menjanjikan untuk mengantarkan padanya tetapi aku lupa. Ketika teringat tiga hari kemudian, aku pun pergi ke tempat tersebut dan menemukan Muhammad masih berada disana." Muhammad berkata, "Engkau telah membuatku resah, aku berada di sini selama tiga hari menunggumu." (HR. Abu Dawud).

Nabi Muhammad menghargai pelanggannya sebagaimana dia menghargai dirinya sendiri. Bahkan beliau mendahulukan kepentingan pelanggan di atas kepentingannya sendiri. Hal ini merupakan cara paling efektif dalam mempertahankan konsumen sehingga terjadi hubungan yang sangat baik antara pengusaha dengan pelanggan, dan pada akhirnya loyalitas konsumen akan terbentuk dengan sendirinya.

Beliau tidak memandang pelayanan diperlukan hanya pada saat kita menjual tetapi juga pada saat kita membeli. Nabi Muhammad bersabda, "Allah mengasihi orang yang bermurah hati ketika menjual, ketika membeli dan ketika menagih." (HR. Bukhari dari Jabir bin Abdullah Ra.).

Tidak jarang ada pembeli yang suka seenaknya kepada penjual dan merasa berkuasa ketika bertransaksi. Dalam Marketing Nabi Muhammad, pelayanan tidak hanya ditekankan pada saat menjual tetapi juga pada saat membeli. Beliau sangat mengerti bahwa seorang penjual pun hanya seorang manusia biasa yang tidak dapat luput dari kesalahan dan emosi.

Dengan anjuran untuk menunjukkan sikap bermurah hati saat membeli, kita juga dilatih untuk tidak egois, hanya karena menjadi pembeli bukan berarti dapat bersikap seenaknya kepada penjual. Ketika kita bisa dipandang sebagai konsumen yang bisa menghargai penjual, pihak pengusaha pun tidak akan segan untuk memberi nilai tambah. Empati bukan hanya kewajiban seorang pengusaha dalam menjalankan bisnisnya, tetapi juga harus dimiliki oleh pihak pembeli.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini