Pedoman Nabi Muhammad SAW dalam Berbisnis, Jadilah Pengusaha yang Profesional

Fariza Rizky Ananda, Jurnalis · Selasa 04 Mei 2021 03:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 27 455 2401438 pedoman-nabi-muhammad-saw-dalam-berbisnis-jadilah-pengusaha-yang-profesional-NOyRf7YNsh.jpg Al-Quran (Foto: Ilustrasi Freepik)

JAKARTA – Memiliki karyawan dengan kompetensi atau skill yang mumpuni merupakan keinginan semua pengusaha. Apalagi jika karyawan tersebut bisa loyal kepada perusahaan.

Namun, karyawan yang sesuai dengan keinginan perusahaan memang tidak bisa datang sendiri. Sama halnya dengan keuntungan dari bisnis. Pengusaha juga harus mengerahkan usaha untuk bisa mendapatkan, atau bahkan menciptakan kedua hal tersebut.

Baca Juga: Prinsip-Prinsip Berdagang yang Baik Sesuai Petunjuk Nabi Muhammad SAW

Menjadi sosok yang profesional adalah salah satu kunci dari sebuah bisnis yang sukses. Salah satu langkahnya, pengusaha harus bisa menempatkan seseorang sesuai dengan kompetensi pada bidang yang dia kuasai.

Dilansir dari buku Strategi Andal dan Jitu Praktik Bisnis Nabi Muhammad karya Thorik Gunara dan Utus Hardiono Sudibyo, Selasa (4/5/2021), Nabi Muhammad pernah mengingatkan, apabila menempatkan seseorang bukan pada pekerjaan yang dia kuasai maka bersiaplah untuk mengalami kehancuran. Orang yang tidak kompeten dalam menjalankan suatu bidang atau pekerjaan tertentu hanya akan memperburuk keadaan.

Baca Juga: Kunci Sukses Promosi Ala Nabi Muhammad SAW, Menghindari Sumpah Berlebihan

Seiring dengan sikap ikhlas, Nabi Muhammad menekankan pada pentingnya sikap profesional dalam pekerjaan. The Right Man on The Right Job menjadi inti dari sikap profesional. Sikap ini menjauhkan dari sifat malas, tidak mau berusaha dan hanya menerima tanpa ada usaha untuk menuju ke arah yang lebih baik.

Seorang yang profesional juga akan selalu bersikap cermat dalam setiap perbuatan yang dilakukan, karena ia percaya bahwa hari esok harus lebih baik dari hari ini. Nabi Muhammad bersabda, "Yang terbaik dari kalian (manusia) adalah yang tidak mengabaikan dunia demi mengejar Hari Akhir. atau yang mengejar Hari akhir demi dunia ini dan tidak menjadi beban bagi orang lain.”

Penekanan pada "Tidak menjadi beban untuk orang lain" memicu sikap untuk terus berusaha mengejar cita-cita atau target yang diinginkan. Pada akhirnya, sikap ini akan membawa seorang individu pada pemanfaatan waktu dan sumber daya yang semakin efektif dan efisien.

Hanya karena adanya penekanan pada sikap ikhlas tidak berarti setiap orang menjadi malas. Profesionalisme dan ikhlas adalah dua hal yang saling berkaitan dan saling menyeimbangkan.

Ikhlas menjaga seseorang dari sikap terlalu memaksakan diri dan menerima apa pun hasilnya setelah usaha yang optimal. Profesionalisme menjaga dari sikap malas dan hanya menerima apa adanya tanpa ada usaha yang optimal.

Keduanya adalah sebuah sistem yang berkesinambungan. Dengan memiliki dua sikap tersebut, seorang pengusaha akan tidak akan menjadi sosok yang terlalu memaksakan ataupun terlalu mudah menyerah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini