Ingin Investasi Tanah? Begini Cara Hitung-hitungannya

Tim Okezone, Jurnalis · Kamis 29 April 2021 06:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 28 470 2402234 ingin-investasi-tanah-begini-cara-hitung-hitungannya-HvbmbncRkV.jpg Lahan Kosong (Okezone)

JAKARTA - Sejatinya, investasi properti dalam bentuk tanah merupakan unsur paling penting dalam usaha properti. Tanah merupakan properti yang secara fisik tidak akan berkurang, tidak mengenal depresiasi, dan tidak terpengaruh akan inflasi.

Nilai harga tanah yang cenderung meningkat setiap tahunnya, hampir tidak pernah terdengar adanya penurunan harga tanah, kecuali apabila terjadi hal luar biasa yang dapat mempengaruhi nilai tanah berkurang.

 Baca juga: Investasi dari Sektor Manufaktur Naik 38%, Tembus Rp88 Triliun

Melansir dari buku "Pensiun & PHK? No! Inovasi Karier Kedua Anda" oleh Tessie Setiabudi, Jakarta, Jumat (28/4/2021), tanah juga dapat dijadikan simpanan jangka panjang. Dari pengalaman penulis, persentase kenaikan harga tanah melebihi persentase bunga bank.

Sebelum membeli tanah, carilah informasi mengenai perencanaan kota atau daerah tempat tanah itu berlokasi. Ini penting untuk menghindari kerugian. Jangan sampai tanah yang dibeli tidak dapat dijadikan sebagai usaha properti.

 Baca juga: Investasi Rp219 Triliun 'Banjiri' RI, Serap 311.793 Tenaga Kerja

Gali juga informasi tentang asal-usul kontur tanah, apakah bekas rawa atau lainnya, hal ini untuk mengantisipasi pondasi bangunan yang akan didirikan.

Tanah juga dapat dilakukan pengusahaan dalam beberapa cara antara lain:

1. Dalam bentuk asli disewakan dan dijual kembali dalam beberapa tahun mendatang

2. Dijual dalam bentuk kavling

3. Dibuat kavling kemudian dibangun rumah atau ruko untuk dijual atau disewakan

4. Dibangun kontrakan atau kos

5. Bekerja sama dengan pengembang untuk dibangun apartemen atau condotel.

Adapun contoh perhitungan investasi tanah, yakni jika tanah memiliki luas 1.500 m2 (20 m dikali 75 m), dan harga per meternya senilai Rp600.000, dengan rencana dijual kembali lima tahun kemudian dengan harga jual Rp1,2 juta per meter, maka begini hitungannya.

Harga beli 1.500 m2 dikalikan Rp600.000 ialah Rp900 juta, dengan biaya tambahan lainnya Rp100 juta, maka total investasinya adalah senilai Rp1 miliar.

Lalu jika disewakan dengan hasil sewa lima tahun yakni Rp300 juta dikalikan harga jual tanah 1.500 m2 dikalikan Rp1,2 juta yaitu Rp1,8 miliar ditambah PPN 5% yakni Rp90 juta, total penerimaannya adalah sebesar Rp2,010 miliar. Laba bersihnya sendiri sebesar Rp1,010 miliar dengan yield tahunan 20%.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini