Strategi Mengelola THR Lebaran agar Tidak Langsung Habis

Fariza Rizky Ananda, Jurnalis · Jum'at 30 April 2021 05:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 29 622 2402852 strategi-mengelola-thr-lebaran-agar-tidak-langsung-habis-Jae1k2nhKg.jpg Tips Mengatur THR. (Foto: Okezone.com)

 JAKARTA – Pekerja biasanya mendapatkan THR menjelang Hari Raya Keagamaan seperti Lebaran. Hal ini tentu menjadi sesuatu yang sangat ditungu-tunggu setiap tahunnya.

Masyarakat biasanya merencanakan THR untuk berbagai macam kebutuhan, seperti membeli pakaian baru, kebutuhan pangan khas lebaran seperti kue kering, atau bahkan untuk diberikan lagi sebagai THR kepada beberapa pihak termasuk sanak saudara.

Memang tidak ada yang salah dengan semua itu. Namun apakah penggunaan THR bisa sesederhana itu?

Menurut Elvyn G Masassya dalam buku 50 Rahasia Mengelola Uang, jawabannya adalah tidak. Dikutip dari buku tersebut, Rabu (28/4/2021), THR sejatinya merupakan komponen pendapatan tetap. Hanya saja, penerimaannya hanya satu kali dalam setahun. THR memang diperuntukkan bagi pengeluaran khas lebaran, namun bukan berarti semuanya harus habis untuk kebutuhan konsumtif belanja lebaran dalam satu waktu.

Baca Juga: Jokowi Cairkan Gaji ke-13 PNS, Silakan Cek Rekening

Untuk menyiasatinya, dana belanja lebaran bisa dipisah menjadi paling tidak tiga hal, yaitu belanja yang bersifat “must have”, “nice to have”, dan ada yang “fleksibel”.

Kategori “must have” berkaitan dengan lebaran sesungguhnya, yaitu hal yang bersifat wajib seperti membayar zakat. Di luar itu, termasuk sandang, pangan, dan lain sebagainya bisa dikategorikan sebagai belanja yang “nice to have”.

Baca Juga: Jokowi: THR PNS hingga Pensiunan Cair H-10 Lebaran

Contohnya mengenai baju lebaran, apakah memang sangat diperlukan baju baru untuk lebaran walaupun sebenarnya belum lama ini sudah pernah membeli baju atau di tahun lalu sudah pernah membeli baju lebaran dan masih sangat layak untuk dipakai kembali.

Lalu untuk kebutuhan mudik, orang bisa memilih transportasi apa yang akan dipakai, seperti pesawat terbang, mobil pribadi, dan lain sebagainya. Terlebih tahun ini sudah ada kebijakan pelarangan mudik lebaran oleh pemerintah, maka kebutuhan mudik ini bisa dialokasikan kepada pengeluaran lain.

Dalam hal ini, kebutuhan “nice to have” sifatnya tidak mutlak, melainkan lebih kepada pilihan. Terakhir adalah kebutuhan yang sifatnya “fleksibel”, dalam hal ini adalah kebutuhan untuk berbagi THR atau barang kepada orang yang dirasa perlu diberikan, atau keperluan lain yang tidak masalah jika tidak dilakukan.

Jika diasumsikan kebutuhan “must have” sudah terpenuhi, maka langkah selanjutnya jangan langsung mengalokasikan THR yang diperoleh untuk memenuhi kebutuhan “nice to have” atau bahkan “fleksibel”. Karena sebenarnya ada pengeluaran lain yang lebih penting diprioritaskan, yaitu membayar utang.

Dengan mengalihkan THR ke pengeluaran cicilan atau utang ini, arus kas atau cash flow secara fundamental bisa diperbaiki. Seseorang bisa melunasi utang dalam jumlah besar sekaligus dengan menggunakan THR ini sehingga bunga yang dibayarkan bisa lebih sedikit.

Perhatikan kebutuhan konsumtif ketika lebaran dan tidak boleh melebihi anggaran yang dimiliki, jika seseorang tidak ingin mengalami masalah dengan kondisi keuangan. Karena jika THR tidak mencukupi, tapi malah membuat utang baru untuk belanja lebaran, hal semacam inilah yang harus dihindari.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini