5 Fakta Menarik Bahlil 'Naik Kelas' Jadi Menteri Investasi

Fariza Rizky Ananda, Jurnalis · Sabtu 01 Mei 2021 06:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 30 320 2403412 5-fakta-menarik-bahlil-naik-kelas-jadi-menteri-investasi-eGoRXw0LPQ.jpg Bahlil Lahadalia Jadi Menteri Investasi. (Foto: Okezone.com)

4. Bahlil: kualitas mahasiswa diuji dalam 3 hal ini

Bahlil menjelaskan bahwa kualitas mahasiswa diuji dalam tiga hal, yaitu profesionalisme, intelektualitas, dan ilmuwan. Profesionalisme diukur dari kemampuan spesifik, yaitu dari ilmu yang ditekuni.

"Intelektualitas yaitu kemampuan untuk menguasai berbagai macam ilmu seperti politik, hukum, sosial, dan lainnya. Ilmuwan adalah memiliki tingkat kemampuan untuk mentransfer ilmu kepada orang lain," kata Bahlil dalam keterangan tertulis beberapa waktu lalu.

5. Kementerian Investasi terbentuk saat investor asing sedang tinggi-tingginya

Tahun ini dinilai merupakan momen yang tepat bagi investor untuk melakukan penanaman modal di Tanah Air. Hal itu didasari oleh target pemulihan ekonomi pascapandemi pada 2021.

“Melihat prospek pertumbuhan ekonomi, saat ini sebenarnya waktu yang tepat untuk investasi. Misalnya tahun ini investor bisa mulai ajukan izin, kemudian membangun pabrik satu sampai dua tahun sehingga saat ekonomi pulih pada tahun 2023 sudah bisa operasi. Kalau ditunda, penyelesaian malah makin lama dan justru cost of capitalnya makin tinggi,” kata Ekonom PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) David Sumual di Jakarta.

Menurut David, yang paling gencar melakukan investasi adalah investor asing lantaran melihat prospek Indonesia yang besar. Hal itu tergambar dalam data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), sepanjang kuartal I-2021 total realisasi investasi mencapai Rp219,7 triliun dengan pertumbuhan 4,3 persen (year on year/yoy). Dari nilai tersebut, sebesar 50,8 persen atau Rp111,7 triliun merupakan PMA. Sedangkan sisanya merupakan penanaman modal dalam negeri (PMDN) dengan nilai Rp108,0 triliun atau setara 49,2 persen.

Tingginya minat investasi asing tersebut menurut David jangan sampai disia-siakan. Pasalnya banyak negara lain yang siap menampung investasi tersebut. Oleh karena itu, momentum ini perlu dijaga pemerintah dengan memfasilitasi kebutuhan investor.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini