Bisnis Hampers Lebaran Bisa Cuan, Berikut Analisis Usahanya

Fariza Rizky Ananda, Jurnalis · Sabtu 01 Mei 2021 18:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 01 455 2403841 bisnis-hampers-lebaran-bisa-cuan-berikut-analisis-usahanya-B8c1HHH1w9.jpg Bisnis Parsel (Foto: Okezone.com)

JAKARTA – Sudah menjadi tradisi di hari raya keagamaan, salah satunya Idul Fitri, bagi masyarakat untuk saling berbagi parsel atau bingkisan lebaran kepada sanak saudara, rekan kerja, atau teman. Seiring perkembangannya, parsel atau bingkisan ini lebih dikenal dengan istilah hampers.

Karena sudah melekat di budaya masyarakat, bisnis parsel ini bisa menjadi inspirasi usaha yang sangat menguntungkan. Selain itu, bisnis parsel ini juga bisa dijalankan di hari-hari biasa. Seperti aneka parsel seserahan pernikahan, perlengkapan bayi, buah-buahan untuk orang sakit, dan masih banyak jenis lainnya.

Baca Juga: Bukan Cuma Beli Baju Baru, THR Bisa Digunakan untuk Investasi dan Bisnis

Dikutip dari buku Top 50 Bisnis Super Laris Paling Dicari karya Tim Aksara Plus, Sabtu (1/5/2021), ada beberapa hal yang harus dipersiapkan untuk memulai usaha parsel. Pertama menyiapkan modal untuk membeli peralatan dan perlengkapan parsel. Lalu membuat rencana bisnis sebagai panduan, dan mencari referensi tentang kreasi parsel yang unik dan cantik.

Pengusaha parsel juga harus mempelajari seperti apa parsel yang ditawarkan oleh para pesaing usaha sebagai acuan inovasi yang akan dilakukan. Isi parsel bisa berupa bermacam-macam produk, seperti makanan, minuman, atau bahkan barang pecah belah.

Baca Juga: Strategi Memulai Usaha Kuliner Rumahan

Tentukan harga parsel yang murah (kompetitif) dengan isi produk yang baik dan berkualitas. Usahakan memiliki keunikan dan kelebihan dalam kreasi parsel agar bisa terlihat menarik dan unik oleh konsumen. Pengusaha bisa mengandalkan promosi dari mulut ke mulut, atau mencari konsumen dari perusahaan seperti bank yang rutin memberikan parsel. Selain itu, pengusaha bisa manfaatkan media sosial sebagai sarana promosi.

Berikut perkiraan analisis usaha bisnis parsel:

Investasi awal:

Meja dan kursi = Rp1.000.000

Lemari = Rp1.000.000

Rak atau etalase = Rp1.500.000

Biaya cadangan = Rp5.000.000

Total investasi awal = Rp8.500.000

Biaya operasional

Belanja produk isi parsel = Rp10.000.000

Keranjang rotan = Rp2.500.000

Kartu ucapan = Rp500.000

Plastik, pita, dan aksesoris pendukung = Rp500.000

Internet = Rp500.000

Transportasi = Rp750.000

ATK, stempel, dan nota = Rp200.000

Brosur dan kartu nama = Rp500.000

Biaya lain-lain = Rp200.000

Biaya penyusutan peralatan = Rp95.000

Total biaya operasional = Rp15.745.000

Perkiraan perhitungan break even point

Omzet 1 bulan = Rp21.000.000

Laba (omzet – biaya operasional) = Rp5.255.000

Analisis usaha tersebut dengan asumsi:

- Harga parsel paket A Rp100.000 dan paket B Rp200.000

- Rata-rata target penjualan per hari = paket A 5 buah, paket B 1 buah, sehingga total omzet 1 bulan (Rp15.000.000 + Rp6.000.000) = Rp21.000.000

- Masa manfaat aset peralatan adalah 3 tahun. Beban penyusutan per bulan jika nilai residu Rp100.000 adalah (Rp3.500.000 – Rp100.000) : 36 bulan = Rp95.000 (dibulatkan).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini