THR Cair, Bagaimana Nasib Pekerja yang di-PHK Perusahaan?

Fariza Rizky Ananda, Jurnalis · Sabtu 01 Mei 2021 17:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 01 622 2403840 thr-cair-bagaimana-nasib-pekerja-yang-di-phk-perusahaan-OxEQb7U7Oe.jpeg Karyawan di PHK (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Pemerintah telah memberlakukan kebijakan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Pekerja/buruh. Berdasarkan Surat Edaran THR Keagamaan 2021, perusahaan wajib membayar secara penuh THR pekerja maksimal H-7 Lebaran.

Dikutip dari laman Instagram @kemnaker, Sabtu (1/5/2021), ada netizen yang bertanya jika pekerja mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) oleh perusahaannya H-15 sebelum lebaran apakah masih memiliki hak untuk mendapatkan THR.

Baca Juga: Sah! PNS hingga Pejabat Negara Dapat THR dan Gaji ke-13, Ini Faktanya

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menjelaskan, jika pekerja di-PHK terhitung 30 hari sebelum hari raya keagamaan, maka dia masih berhak menerima THR. Namun berbeda halnya jika pekerja resign atau mengundurkan diri.

“Bagi pekerja/buruh yang hubungan kerjanya berdasarkan PKWTT (tetap) dan terjadi PHK oleh pengusaha terhitung sejak 30 hari sebelum Hari Raya Keagamaan, maka berhak mendapatkan THR. Sedangkan, resign/pengunduran diri bukan termasuk PHK yang dilakukan oleh pengusaha melainkan oleh pekerja/buruh itu sendiri. Jadi berdasarkan ketentuan tersebut, maka dia tidak berhak mendapatkan THR,” berikut kutipan dari unggahan @kemnaker.

Baca Juga: THR PNS Cair Tidak Serentak, Rajin-Rajin Cek Rekening

Sebelumnya, Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PHI dan Jamsos) Kemnaker Indah Anggoro Putri memastikan pekerja dengan status outsourcing (alih daya), kontrak, ataupun pekerja tetap (PKWT dan PKWTT) berhak menerima THR Keagamaan.

Dia menjelaskan bahwa ada tiga jenis pekerja/buruh yang berhak memperoleh THR Keagamaan. Pertama, pekerja/buruh berdasarkan PKWT (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu) atau PKWTT (Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu) yang memiliki masa kerja 1 bulan secara menerus atau lebih.

Kedua, pekerja/buruh berdasarkan PKWTT yang mengalami PHK oleh pengusaha terhitung sejak H-30 hari sebelum hari raya keagamaan.

Ketiga, pekerja/buruh yang dipindahkan ke perusahaan lain dengan masa kerja berlanjut, apabila dari perusahaan lama belum mendapatkan THR.

"THR wajib dibayar penuh dan tepat waktu. Dalam pembayaran THR tidak ada perbedaan status kerja. Para pekerja outsourcing maupun pekerja kontrak, asalkan telah bekerja selama 1 bulan atau lebih dan masih memiliki hubungan kerja pada saat hari keagamaan berlangsung, maka berhak mendapatkan THR juga," ujar Putri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini