Menteri Teten: Jumlah Pengusaha RI Kalah Dibandingkan Thailand

Michelle Natalia, Jurnalis · Senin 03 Mei 2021 09:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 03 320 2404584 menteri-teten-jumlah-pengusaha-ri-kalah-dibandingkan-thailand-SZ97xhQDWm.jpg Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki (Foto: Setkab)

JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, jumlah wirausaha di Indonesia masih rendah sehingga ada tantangan besar untuk mendorong kewirausahaan di tanah air. Berwirausaha menjadi pilihan strategis bagi para milenial yang berpotensi sangat baik bagi perekonomian bangsa.

“Selain tekad kemandirian yang tinggi, milenial juga sangat dinamis. Potensi ini juga kita tangkap dalam rangka meningkatkan rasio kewirausahaan Indonesia yang saat ini baru 3,47% saja relatif rendah dibandingkan Thailand 4,26%, Malaysia 4,74%, dan Singapura 8,76%,” kata Teten di Jakarta, Senin (3/5/2022).

Baca Juga: Pencairan BLT UMKM Tahap Kedua Dimulai, Cek 5 Faktanya

Dia menambahkan, populasi penduduk saat ini sekitar 270 juta jiwa di mana 68,75% masuk dalam usia produktif dengan Generasi Milenial 69,90 juta jiwa atau 25,87% dan Generasi Z 75,49 juta jiwa atau setara dengan 27,94% dari populasi.

“Jumlah ini tidak seluruhnya diserap oleh sektor pemerintah dan swasta. Pandemi Covid-19 juga meningkatkan jumlah pekerja informal sebesar 1,18 juta atau 2,62% dibanding tahun 2019 berdasarkan data Sakernas BPS 2020,” katanya.

Baca Juga: Siap-Siap, BLT UMKM 2021 Tahap Dua Sedang Diproses

Teten menjelaskan, Pemerintah tengah menyusun Rancangan Perpres Pengembangan Kewirausahaan Nasional sekaligus turunan dari UU Cipta Kerja dan PP No 7/2021. “Ini akan fokus melahirkan wirausaha baru,” katanya.

Regulasi ini juga menjadi instrumen yang nantinya diharapkan dapat memastikan target wirausaha muda mapan dengan inovasi, teknologi, berkelanjutan, dan membuka seluas-luasnya lapangan kerja.

“Target rasio kewirausahaan tahun ini sebesar 3,55% dan sebesar 4% di tahun 2024,” katanya.

KemenkopUKM tengah memperkuat UMKM go digital dengan 2 pendekatan, peningkatan kapasitas usaha melalui penguatan database, peningkatan kualitas SDM, dan pengembangan Kawasan/Klaster Terpadu UMKM. Kemudian juga perluasan pasar digital melalui Kampanye BBI, on boarding platform pengadaan barang & jasa (LKPP, PaDI), Live Shopping, dan Sistem Informasi Ekspor UMKM.

“Inkubator bisnis Kagama akan sangat strategis jika menjadi bagian dalam program-program ini,” katanya.

Peran Inkubasi Bisnis Universitas Gadjah Mada sangat strategis, lanjut dia, dalam memberikan akses informasi, pengetahuan, digitalisasi, maupun teknologi bagi mahasiswa/ UMKM untuk menjadi wirausaha/start-up sukses dan pihaknya merasa senang untuk bisa berkolaborasi.

“Kami berharap dengan strategi inovasi UMKM agar tangguh dan berkembang di masa sulit semoga segera melahirkan wirausahawan-wirausahawan unggul dan tangguh,” kata Teten Masduki.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini