Oh Tidak! Ratusan Ribu Peternak Ayam Bangkrut dalam 2 Tahun, Ini Penyebabnya

Ferdi Rantung, Jurnalis · Selasa 04 Mei 2021 14:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 04 320 2405398 oh-tidak-ratusan-ribu-peternak-ayam-bangkrut-dalam-2-tahun-ini-penyebabnya-LDK7o4eafO.jpg Peternak Ayam Demo (Foto: Ferdi Rantung)

JAKARTA - Ratusan ribu peternak ayam mandiri telah gulung tikar dalam kurun 2 tahun terakhir. Hal disebabkan naiknya harga produksi peternak.

"Dengan ada permasalahan ini sudah ratusan ribu peternak mandiri yang gulung tikar. Jadi anggota kami sudah ada seratus ribuan anggota kami yang sudah gulung tikar dalam dua tahun terakhir." ujar Ketua Paguyuban Peternak Rakyat Indonesia (PPRN) Alvino Antonio saat melakukan aksi demonstrasi di depan gedung Kementerian Pertanian, Selasa (4/5/2021).

Baca Juga: Permintaan Daging Ayam untuk Lebaran Diprediksi Naik 15%

Dia menjelaskan kenaikan harga produksi disebabkan oleh dua hal. Pertama, banyak peternak ayam mandiri yang kadangnya kosong karena tidak kebagian day old chicken (DOC). Meskipun ada yang masih kebagian DOC harga pun mahal.

"Harga DOC yang ada saat ini Rp 8.000 per ekor. Idealnya dikisaran harga Rp 5.500. Dan kapasitas kadang tidak terpenuhi. Paling hanya 25 persen dari kapasitas kandang.Seharusnya di momen lebaran ini dapat keuntungan tapi kita tidak dapat." jelasnya.

Baca Juga: Harga Daging Ayam Mahal, Mendag: Karena Pakannya Naik

Selain itu, harga pakan ternak juga mengalami kenaikan. Harga pakan yang premium itu minimal sebesar Rp 7.000 per kg. Namun sekarang harganya sudah Rp 8.000 per kg

"Harga pakan itu tinggi dengan kualitas yang jelek. Kondisi itu terjadi karena kesusahan jagung," terangnya.

Dia menambahkan, tinggi harga pakan ternak disebabkan produksi jagung yang menipis. Menurutnya masalah jagung ini terjadi setiap tahun, seharusnya pemerintah sudah memiliki langkah antisipasi.

"Pemerintah selalu bilang jagung itu surplus. Tapi kenyataannya jagung itu kurang. Pemerintah harus bertanggung terkait hal ini karena kejadian tersebut selalu terulang. Kalau dikatakan surplus perlu ada kajian lagi terkait hal itu," tegasnya

Untuk itu, para peternak meminta pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian agar menyelesaikan masalah tersebut. Jika tidak, pihaknya mengancam akan melakukan aksi demonstrasi dengan masa yang lebih banyak lagi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini