Curhat Peternak Ayam Rugi Rp5,4 Triliun Gegara Mahalnya Harga Pakan

Ferdi Rantung, Jurnalis · Selasa 04 Mei 2021 14:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 04 320 2405413 curhat-peternak-ayam-rugi-rp5-4-triliun-gegara-mahalnya-harga-pakan-dR793EXdee.jpg Curhat Peternak Ayam Rugi (Foto: Ferdi Rantung/MNC Portal Indonesia)

JAKARTA - Paguyuban Peternak Rakyat Indonesia (PPRN) melakukan aksi demonstrasi di depan gedung Kementerian Pertanian, Jakarta. Mereka menuntut agar pemerintah dapat mengatasi supply day old chicken (DOC) dan menurunkan harga pakan peternak.

Ketua Paguyuban Peternak Rakyat Indonesia (PPRN) Alvino Antonio mengatakan bahwa peternak ayam mandiri sampai saat ini telah mengalami kerugian yang sangat besar. Jika dihitung kerugian dalam 2 tahun mencapai Rp5,4 triliun.

"Setiap minggunya kami mengalami kerugian. Dalam setahun kami rugi Rp2,7 triliun. Ini sudah terjadi sejak 2018 akhir, dan ditambah pandemi covid-19 lagi. Jadi Rp2,7 triliun dikalikan 2 sebesar Rp5,4 triliun," ujarnya saat melakukan aksi demonstrasi di depan gedung Kementerian Pertanian, Selasa (4/5/2021).

Baca Juga: Oh Tidak! Ratusan Ribu Peternak Ayam Bangkrut dalam 2 Tahun, Ini Penyebabnya

Dia menjelaskan, bahwa saat peternak ayam mengeluarkan biaya produksi yang lebih besar. Sedangkan harga ayam masih masih murah.

"Saat ini input kita itu tinggi yang dimaksud input itu seperti DOC, pakan dan obat-obatan. Itu harganya tinggi. Pemerintah harus bertanggung jawab terkait hal ini," ujarnya

Dia memaparkan, bahwa HPP peternak mandiri itu jika dijual di pasaran minimal di Rp21.000 per ekor. Namun harga ayam saat ini masih berada di kisaran Rp19.000 - Rp19.500 per ekor .

"Jadi produksi kita mengalami kerugian Rp1.000 sampai Rp1.500 per kilogram," terangnya.

Untuk itu, pihaknya meminta agar harga ayam hidup harus di atas harga pokok produksi peternak mandiri.

Dalam aksi yang diikuti kurang lebih 20 orang ini, para peternak tidak melakukan dialog dengan Kementerian Pertanian. Sebab, pendemo hanya mau berdialog dengan Menteri Pertanian atau Direktorat Jenderal (Dirjen) Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Jika tuntutan tidak terpenuhi, mereka akan mengelar aksi demonstrasi lagi dengan masa yang lebih banyak. Isunya pun juga berbeda, mereka menginginkan Menteri Pertanian dicopot karena tidak berpihak pada peternakan kecil.

"Kami diberikan izin hanya 30 orang dan kami turuti. Tapi jika tuntutan Kami tidak dipenuhi maka kita akan bawa masa yang lebih banyak lagi. Dengan isu turunkan menteri pertanian, karena tidak ada keberpihakan pada peternakan mandiri," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini