593.185 Kendaraan Bakal 'Kabur' dari Jabodetabek saat Larangan Mudik

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 04 Mei 2021 18:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 04 320 2405586 593-185-kendaraan-bakal-kabur-dari-jabodetabek-saat-larangan-mudik-0O8Jr1iGTq.jpg Mudik Dilarang. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - PT Jasa Marga (Persero) memprediksi jumlah kendaraan yang keluar masuk Jabodetabek pada periode 6-12 Mei 2021 (H-7 sampai H-1 lebaran) sebesar 593.185 kendaraan. Angka tersebut mengalami kenaikan 27,19% dibandingkan periode mudik lebaran tahun 2020.

Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru mengatakan, jika membandingkan dengan periode mudik tahun lalu memang ada kenaikan. Mengingat pada tahun lalu merupakan awal-awal pandemk virus covid-19 masuk ke Indonesia.

Baca Juga: Masih Bisa Terbang saat Fase Larangan Mudik Lebaran 6-17 Mei 2021, Berikut Syaratnya

“Jasa Marga prediksi pada arus lebaran tahun ini mulai dari tanggal 6-12 Mei atau H-7 sampai H-1 sekitar 590.000 kendaraan,” ujarnya di Kantor Jalantol Lingkar Luar Jakarta, Bekasi, Selasa (4/5/2021).

Sementara itu, Operation and Maintenance Management Group Head Jasa Marga Atika Dara Prahita mengatakan, kendaraan keluar masuk Jabodetabek pada periode lebaran akan melalui 4 Gerbang Tol (GT). Pertama adalah GT Cikampek Utama untuk kendaraan yang akan menuju timur, lalu GT Kalihurip Utama untuk kendaraan yang akan menuju Bandung, selanjutnya ada Ciawi untuk kendaraan yang menuju Puncak, dan terakhir GT Cikupa namun bukan ruas tol yang dikelola Jasa Marga.

Baca Juga: Kereta Bandara Tak Beroperasi Selama Pelarangan Mudik Lebaran

“Kami juga menghitung atau memprediksi adanya penurunan volume lalun transkasi di 4 gerbang utama yaitu di Cikampek Utama menju Timur, GT Kalihurip Utama itu ke arah Bandung, GT Ciawi menuju Puncak, dan GT Cikupa yang dikelola oleh non Jasamarga,” jelasnya

Menurut Atika, jumlah kendaraan yang akan keluar Jabodetabek pada periode larangan mudik mencapai 593.185 kendaraan. Dari jumlah tersebut, puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi pada H-2 lebaran dengan perkiraan 109.327 kendaraan.

Menurut Atika, jika dibandingkan dengan lalu lintas normal, ada sedikit penurunan sebesar 35,9% dari lalu lintas normal 2020. Sedangkan jika dibandingkan dengan lebaran 2019 juga mengalami penurunan sebesar 49,53%.

“Di empat GT ini kami memprediksi adanya penurunan lalin pada periode 6-12 Mei ke keluar Jabodetabek sekitar 35,9%. Kami memprediksi puncaknya 11 Mei atau H-2,” jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini